Rabu, 22 September 2021

Revolusi Perancis


Revolusi Perancis

·         Pemikiran-Pemikiran yang Melandasi Revolusi Perancis

Revolusi Perancis bukan peristiwa yang sekonyong-konyong terjadi meletus begitu saja, tetapi terikat pada kejadian-kejadian sebelumnya. Revolusi Perancis hanya suatu detik saja di mana fikiran-fikiran sebelumnya meledak menjadi tindakan[1]tindakan. Demikian juga Revolusi Perancis itu tidak merupakan semcam keistimewaan Perancis saja tetapi revolusi semacam itu dapat meletus juga di mana-mana di seluruh Eropa ketika itu, karena keadaan di seluruh Eropa menyerupai di Perancis, hanya mempunyai perbedaan gradueel saja. Justru perbedaan yang gradueel inilah yang menyebabkan revolusi itu meletus di Perancis.

Rasionalisme dan Aufklarung

Abad XVIII adalah abad yang sangat kaya akan aliran-aliran faham yang bersimpang siur memenuhi alam fikiran manuisa sebagai akibat dari Renaissance dan Humanisme. Rasionalisme dan Aufklarung memegang peranan yang terpenting dalam hal ini. Pikiran yang sehat memancarkan sinarnya yang gemilang hingga Nampak dengan jelas kepincangan-kepincangan dan kesalahan-kesalahan yang sampai ketika itu tidak dirasakan oleh umat manusia. Dengan kritik-kritik yang pedas orang-orang Rasionalisme dan Aufklarung menghantam segala kepincangan dan kesalahan untuk dilenyapkan. Dalam hal ini besar pengaruhnya Rasionalisme dan Aufklarung sebagai pendorong timbulnya Revolusi Perancis, karena Perancis ketika itu memang penuh kepincangan-kepincangan dan kesalahan. Tokoh-tokoh Rasionalisme dan Aufklarung di Perancis (di Perancis lazimnya disebut : Philosophes) antara lain :

§  Denis Diderot (1713-1784) dan J.d’ Alembert (1717-1784)

§  Charles Secondat, Baron de la Brede et de Montesquieu (1689 – 1755)

§  Francois Marie Arouet (1694-1778), lebih terkenal sebagai Voltaire.

-               Romantisme

      Romantisme yang mulai timbul pada tahun 1750 sebagai reaksi dari rasionalisme, juga banyak pengaruhnya dalam Revolusi Perancis. romantisme menjunjung perasaan dan menghargai insting. Justru insting inilah yang nanti merajalela diantara rakyat jelata dan meneruskan perjuangan dimana kaum rasionalis tidak berani lagi karena menruut perhitungan secara rational tidak mungkin dapat diselesaikan. Bukan perhitungan secara rasional, secara kepala dingin, tetapi tekad yang irasional dari rakyat jelata (digerakkan oleh pemimpin-pemimpin rakyat penganut Rousseau, seperti Marat) yang nanti pada tahun 1792-1794 menyelamatkan Revolusi dari ancaman dahsyat tentara-tentara asing yang mengepung Perancis. Sentimen pun terbukti merupakan faktor yang penting dalam Revolusi Perancis.

Seorang romantic yang banyak pengaruhnya dalam Revolusi Perancis adalah :

Jean Jacques Rousseau (1712-1778)

Rousseau mengatakan bahwa alam semula adalah sempurna, tetapi kemudian salah bertumbuh menjadi dunia yang penuh kesengsaraan, karena masyarakat mendapatkan hak-hak asasi manusia berupa kebebasan dan persamaan, manusia dilahirkan bebas, tetapi ia sekarang terikat. Apa sebabnya? Kata Rousseau dalam bukunya yang terkenal “ Du Contrat Social”. Pendapat Rousseau tentang hak-hak asasi manusia ini nanti dicantumkan sebagai “Hak-Hak manusia dan warga negara dalam UUD 1789 yang mengatakan “manusia dilahirkan bebas dan dengan hak yang sama. Perbedaan dalam masyarakat hanya didasarkanatas kepentingan umum”.

Manusia dilahirkan dengan hak yang sama. Tidak ada seorangpun yang mempunyai hak yang melebihi orang lain. Karena itu tidak mungkin barang sesuatu dapat ditentukan oleh serang saja untuk semuanya (seperti dalam absolute monarchie). Segala sesuatu harus ditentukan bersama hingga keputusan itu merupakan kehendak umum. Paham Rousseau ini kemudian menimbulkan paham demokrasi modern.

 

-          Paham-Paham Dalam Perang Kemerdekaan Amerika

Pada tahun 1771 meletuslah Perang Kemerdekaan Amerika (1774-1783). Dalam perang ini Perancis membantu Amerika dan mengirimkan tentara Perancis dibawah Lafayette ke Amerika. Setelah perang selesai, tentara Perancis pulang ke Perancis.Tentara Perancis yang kembali dari Amerika ini selama berperang di Amerika telah mengenal dan meresapkan faham-faham baru tentang hak-hak asasi manusia dan demokrasi. Bukankah mereka mereka bertempur bersama-sama orang-orang Amerika untuk mempertahankan Declaration of Independence yang mengatakan bahwa manusia itu dilahirkan sama dan dengan hak-hak asasi: bahwa pemeritnahan dibentuk untuk menjamin hak-hak itu dan mendapatkan kekuasaannya dari rakyat: bahwa rakyat berhak menggantikan sesuatu pemerintahan yang melanggar asasi ini dengann pemerintahan lain yang lebih sesuai dengan kehendak rakyat.

Prajurit kembali ke Perancis tetapi pada saat itu pemerintah Perancis yang tidak mengenal hak-hak asasi manusia. Tidak mengherankan jika prajurit-prajurit Perancis dari Amerika ini ingin merubah pemerintahan absolute monarchi Perancis yang kolot itu.

·         Kondisi Perancis Menjelang Revolusi

-          Feodalisme

Feodalisme di Eropa berasal dari zaman Abad Pertengahan, ketika raja sebagai pemilik dari tanah seluruhnya membagi-bagi tanahnya kepada orang-orang yang dianggapnya berjasa kepadanya sebagai pinjaman tanah. peminjam-peminjam tanah ini kemudian menjelma menjadi golongan yang berkuasa (yang kemudian disebut bangsawan juga disamping keluarga raja) dan selalu berusaha untuk mengurangi kekuasaan raja bagi kepentingannya sendiri. Timbullah akhirnya pertentangan dan perebutan kekuasaan antara raja dan golongan bangsawan. jika di Inggris raja gagal dalam usahanya untuk mematahkan kekuasaan bangsawan[1]bangsawan (ingat magna charta) hingga akhirnya menjelma menjadi constituante monarchie, maka lain halnya di Perancis. Kondisi di Perancis, Raja berhasil mengalahkan bangsawan-bangsawan, hingga akhirnya menjelma absolute monarchie ( ingat Louis XIV).

Tetapi kalah tidak berarti lenyap. Bangsawan-bangsawan Perancis yang telah dilucuti senajatanya berusaha menggunakan kekuasaan raja untuk memperbesar kekuasaan bangsawan, baik terhadap raja sendiri maupun terhadap rakyat. Mereka berusaha untuk mendapatkan atau membeli hak-hak istimewa sebanyak mungkin yang pada hakekatnya untuk memblokir kekuasaan raja. Terhadap rakyat hak-hak istimewa itu digunakan oleh bangsawan untuk memperkaya diri sendiri, yang juga berarti memperbesar kekuasaannya. Disamping ini bangsawan juga merembes masuk dalam kalangan agama. Lambat laun mereka berhasil juga menduduki kedudukan[1]kedudukan yang tinggi dalam agama dan yang berhak istimewa.

Pangkat-pangkat yang rendah dipegang oleh rakyat jelata. Akhirnya bangsawan menghisap semua hak dan kepada rakyat hanya ditinggalkan kewajiban saja. Ketidakadilan inilah yang makin lama makin dirasakan oleh rakyat (terutama kaun terpelajar dikalangan rakyat), yang nanti meletuskan Revolusi Perancis. Bentuk ketidakadilan yang terjadi di Perancis yaitu:

§  Ketidakadilan dalam lapangan politik

Jabatan-jabatan yang penting dipegang oleh bangsawan dan raja (Louis XVI adalah raja yang lemah) tinggal menandatangani saja. Tidak menurut kepandaian, tetapi menurut keturunan pegawai-pegawai negeri yang dipilihnya, hingga administrasi negara menjadi kacau dan korup. Rakyat jelata bagaimanapun pandainya tidak diperkenankan ikut dalam pemerintahan.

§  Ketidakadilan dalam lapangan ekonomi

Bangsawan diberikan hak istimewa yang membebaskan mereka dari pembayaran pajak, padahal merekalah yang sebenarnya golongan yang terkaya. Rakyat jelata (golongan yang sebagian besar sangat miskin) diharuskan membayar segala macam pajak, hingga rakayt jelatalah yang dengan ini mengisi kas negara. Tetapi uang negar tidak digunakan untuk kepentingan rakyat, melainkan untuk bangsawan dan raja saja.

§  Kecuali bebas pajak, bangsawan bahkan diberi hak-hak istimewa untuk memungut pajak dari rakyat yang merupakan tambahan pendapatan bagi bangsawan (pajak lalu lintas, pajak tanah, pajak penggilingan gandum, pajak penangkapan ikan, pajak anggur, pajak garam dan segala macam pajak lainnya yang dibuat-buat oleh bangsawan). Disamping bangsawan, gerejapun memungut 1/10 dari penghasilan rakyat jelata. Ditambah lagi hak istimewa bangsawan untuk mempekerjakan rakyat jelata dengan percuma.

§  Ketidakadilan dalam lapangan ekonomi

Feodalisme membagi-bagi masyarakat dalam golongan-golongan yang berhak dan yang tidak berhak. Di Perancis ketika terdapat tiga golongan masyarakat yaitu : golongan ke-1 (bangsawan), golongan ke-II (kaum agama), golongan ke[1]III (rakyat jelata). Golongan ke-II terdiri atas kaum agama tinggi (berasal dari bangsawan) dan kaum agama rendah (berasal dari rakyat jelata). Bangsawan dan kaum agama tinggi berhak istimewa, kaum agama rendah dan rakyat jelata tidak berhak sama sekali. Dengan ini dapat dimengerti, apa sebabnya dalam Etats Generaux 1789 golongan ke-I dan ke-II menghendaki pemungutan suara secara pergolongan, golongan ke-III secara perorangan. Golongan ke –III terdiri atas : kaum terpelajar, kaum borjuis, rakyat jelata.

Kaum terpelajar merasa tidak adanya keadilan, karena meskipun pandai tetapi tidak mungkin ikut serta menentukan nasib negaranya karena mereka bukan bangsawan. Mereka ingin merubah susunan pemerintahan negara, mereka ingin “a role by law and not by man”. Mereka menghendaki Constituante Monarchi.

Kaum borjuis merasa mereka adalah golongan yang paling berguna bagi negara, karena merupakan sendi sendi ekonomi negara. Tetapi mereka selalu dikalahkan terhadap kaum bangsawan yang mereka pandang sebagai golongan yang tidak produktif dan tidak berguna bagi negara karena hanya memikirkan diri sendiri. Kaum borjuislah yang membayar pajak yang terbanyak dan hanya habis dimakan kaum bangsawan. Mereka anti bangsawan, karena itu mereka tidak anti raja (ingat: bangsawan adalah lawan raja) karena raja dipandangnya sebagai alat yang terpenting yang dapat menindas bangsawan . Mereka menghendaki constituante monarchi.

Rakyat jelata ketika itu masih non aktif, hanya berkeluh kesah saja karena beratnya beban yang dipikul. Mereka mula-mula menaruh harapan pada rajanya untuk meringankan beban mereka, tetapi ketika raja menyia-nyiakan harapan ini, maka rakyat jelata dengan sekaligus menjadi radikal anti raja. Mereka menghendaki Republik.Dengan ini rakyat jelata menjadi lawan dari kaum terpelajar dan kaum borjuis yang nanti Nampak dalam Revolusi Perancis sebagai pergulatan antara partai Girondin (terpelajar + borjuis) dan partai Jacobin (rakyat jelata).

-          Absolut Monarchie yang Buruk

Absolute Monarchie adalah kerajaan yang kedaulatannya dipegang sepenuhnya oleh raja. Nasib negara berada dalam tangan raja dan ditentukan menurut nilai orang yang menjadi raja. Nilai Louis XVI sebagai raja tidak tinggi dan karena itu absolute monarchie dibawahnya merupakan absolute monarchie dalam bentuk yang seburuk-buruknya. Sifat absolute monarcie dibawah Louis XVI ialah :

§  Despotisme

Otokrasi raja (sifat terutama dari tiap absolute monarchie) selama pemerintahan Louis XVI merosot tajam menjadi despotisme belaka. Tujuan pemerintah negara tidak lagi menciptakan suatu negara yang teratur tetapi untuk menanam “gezag” raja saja yang pada hakekatnya untuk memberi kelonggaran saja bagi tindakan-tindakan sewengan-wenang, baik bagi raja maupun bagi bangsawan. Kepentingan raja diutamakan, kepentingan rakyat dilupakan. Rakyat jelata sangat menderita. Despotisme tidak tahan mendengar kritik, baik kritik destruktif maupun konstruktif ditindas dengan kejam. Hidup menjadi tidak merdeka lagi, segala - galanya terkekang.

§  Feodalisme

Feodalisme hanya menjamin kenikmatan hidup para bangsawan dan kaum agama tinggi saja. Tidak adanya persamaan hak dan kewajiban berarti tidak ada keadilan sosial.

§  Substitutie Stelsel (Sistem Perwakilan)

Bangsawan yang menduduki jabatan yang tinggi tidak mau menjalankan sendiri kewajiban-kewajibannya, tetapi menyewa rakyat jelata yang pandai (dengan gaji kecil). Gaji yang besar dari jabatan itu, pujian-pujian dan hadiah[1]hadiah raja, kehormatan yang tinggi. Semua itu diterima kaum bangsawan sebagai pejabat resmi. Wakilnya yang menjalankan kewajibannya, tidak menerima apa-apa kecuali gajinya yang kecil itu.

§  Adminstrasi Negara yang Tidak Seragam

Adanya hak-hak istimewa menjadikan administrasi negara tidak seragam. Tidak adanya keseragaman ini menyebabkan adminstrasi negara menjadi kacau balau yang memberi kesempatan dan kelonggaran bagi korupsi. Hampir 1/6 pendapatan negara tiap tahun habis dikorup para bangsawan.

 

-          Vacuum of Power

Revolusi Perancis meletus pada masa Louis XVI. Faktor itu ialah the vacuum of power (tidak adanya kekuasaan) dibawah Louis XVI. Raja Louis XVI adalah raja yang lemah tidak punya kewibawaan sama sekali , baik terhadap bangsawan maupun terhadap rakyat. Rakyat tidak takut padanya. Dulu zaman Louis XIV dan Louis XV, rakyat betul benci terhadap raja, tetapi mereka takut terhadapnya, dan karena itu tidak timbul revolusi.“vacuum of power” ini merupakan faktor yang sangat berbahaya bagi kehidupan suatu negara, karena merupakan kesempatan yang baik sekali bagi musuh-musuh negara untuk menjatuhkan negara.

 

·         Soal Keuangan Negara

Sebab khusus meletusnya Revolusi Perancis adalah soal keuangan negara. Sudah menjadi kebiasaan di Perancis (sejak wafatnya Louis XIV) bahwa negara menderita kekuarangan perbelanjaan yang lazimnya ditutup dengan mendapatkan pinjaman negara. Kekuarangan perbelanjaan ini disebabkan karena uang negara dihambur-hamburkan raja dan bangsawan untuk kepentingan dan kesenangan mereka sendiri.

Pada tahun 1789 negara menghadapi bangkrut. Penghasilan negara 500 juta, pengeluaran 625 juta, hutang negara yang harus dibayar 300 juta. Bagaimana cara mendapatkan uang? Menaikkan pajak?. Pajak telah berat sekali. Pinjam uang? Hutang negara telah melampauai batas kekuatan pembayaran kembali. Tidak ada jalan lain kecuali mewajibkan semua bangsawan (bebas dari pajak) membayar pajak. Bangsawan menolak. Timbul kritis antara raja dan bangsawan. Takut terhadap raja, bangsawan mencari dukungan dari rakyat dengan mengatakan bahwa soal pajak adalah soal rakyat seluruhnya. Raja tidak boleh menentukan sendiri.

Dengan ini bangsawan hendak membatasi kekuasaan raja untuk menyelamatkan diri mereka. Mereka mengusulkan diundangnya kembali “Etats Generaux (Dewan Perwakilan Rakyat) yang sejak tahun 1614 tidak pernah berkumpul lagi. Raja pun menyetujui, dan Etats Generaux kembali berkumpul.

·         Jalannya Revolusi Perancis

Pada tanggal 17 Juni 1789 wakil-wakil golongan III (Rakyat Jelata) memproklamasikan Etats Generoux sebagai Assemblee Nationale (Dewan Nasional= Perwakilan Bangsa Perancis). Tindakan ini mempunyai arti yang sangat penting. Etats Generoux yang merupakan siding golongan-golongan menjelma menjadi siding seluruh rakyat tanpa golongan-golongan. Sungguh suatu revolusi yang besar, karean pada hakekatnya itu berarti bahwa suatu masyarakat yang feodalistis berubah menjadi demokratis. Sesungguhnya tanggal 17 Juni 1789 telah dimulainya revolusi, walaupun secara resmi revolusi Perancis ditandai dengan diserbunya “Penjara Bastile”, Secara politik Revolus Perancis dimulai pada 17 Juni 1789, militer pada 14 Juli 1789.

Pada perkembangan selanjutnya Assemble Nationale akan berkembang setelah banyak Golongan I (Pendeta) dan Golongan II (Bangsawan) yang bergabung dan lantas merubah namanya menjadi sebuah dewan bernama ConstituantePada tanggal 14 Juli 1789 rakyat Prancis menyerbu penjara Bastille, suatu bangunan yang kuat dan megah lambing absolute monarki karena di dalamnya dipenjarakan pemimpin pemimpin rakyat dan mereka yang berani menentang absolute monarki. Bastille ini dijaga ketat karena merupakan juga gudang persenjataan raja.

Sebab-sebab rakyat menyerbu penjara Bastille:

  • Rakyat Paris mendengar desas-desus bahwa raja mengumpulkan tentaranya di sekitar Paris untuk menindas revolusi.
  • Rakyat Paris butuh senjata untuk mempertahankan diri. Mereka ingin mendapatkan senjata yang ada di dalam Bastille.

Rakyat Perancis menyerbu penjara Bastille, 14 Juli 1789.Serbuan rakyat ke Bastille berhasil baik ketika kesatuan tentara raja yang berada di Paris memihak dan membantu rakyat. Bastille dapat direbut pada tanggal 14 Juli 1789, hari itu dianggap sebagai awal revolusi dan kemudian diresmikan sebagai hari nasional Prancis. Bendera Bourbon (raja) diganti dengan bendera nasional (biru, putih, merah) dan tentara nasional dibentuk (di bawah pimpinan Lafayette, seorang bangsawan yang berpaham baru dan terkenal sebagai pahlawan yang memimpin tentara Prancis di perang kemerdekaan Amerika).

Sejak itu raja dan bangsawan tidak berkuasa lagi. rakyat jelatalah yang berkuasa dan memegang pimpinan negara. Pemimpin-pemimpin rakyat yang terkenal dalam Constituante ialah Mirabeu (bangsawan), Lavayette (bangsawan), Sieyes (kaum agama). Setelah rakyat jelata dapat mengalahkan lawannya yaitu kaum bangsawan dan kaum agama maka tugas rakyat jelata sekarang adalah menghapuskan ancient regime, dan menyusun pemerintahan baru:

-       Penghapusan ancient regime ini dijalankan secara tegas. Semua hak-hak istimewa dan sebutan-sebutan bangsawan dilenyapkan (orang saling memanggil dengan sebutan “citoyen”; perkataan “bung” di Indonesia). Gilde dihapuskan hingga perdagangan menjadi bebas. Ini merupakan pelaksanaan liberalisme yang dalam ekonomi bersemboyan: laissez faire, laissez passer. Kaum agama dijadikan pegawai negeri biasa dan milik gereja disita. Ini kemudian menimbulkan pertentangan yang hebat antara kaum Revolusi Perancis dan Paus di Roma. Dengan ini kaum agama dianggap musuh revolusi, dan revolusi bersifat anti-agama Rooms-Kathilick.

-  Setelah pemerintahan lama (ancient regime) dihancurkan kaum revolusi terus menyusun pemerintahan baru. Dasar dari pemerintahan baru ini adalah “Declaratin des droits de Phomme et du citoyen “ (Perjanjian hak-hak manusia dan warga negara) yang diumumkan pada tanggal 27 Agustus 1789 dan yang merupakan salah satu mata rantai dalam pertumbuhan pengertian tentang hak-hak manusia.

Pada tanggal 1790 (14 Juli) UUD Perancis disyahkan. UUD ini tidak menghapuskan kerajaan tetapi membatasinya hingga merupakan Constituaten monarchie. Raja hanya punya veto yang dapat menunda keputusan tetapi tidak dapat membatalkan. Raja setuju dengan UUD dan bersumpah setia kepadanya. Tetapi sekonyong-konyong ia melarikan diri, tertangkap oleh rakyat dan dikembalikan lagi ke Paris.

Revolusi Amerika

 Revolusi Amerika

·         Pemikiran-Pemikiran yang Melandasi Revolusi

-        Paham Kebebasan dalam Perdagangan (Ekonomi)

Rakyat Amerika atau kaum koloni menganut paham kebebasan dalam perdagangan. Mereka bebas menjual dan membeli barang dagangan dengan siapa saja dengan harga yang disepakati bersama tanpa tekanan. Hal ini bertentangan dengan kehendak Inggris yang memerintahkan orang-orang di Amerika hanya menjual barang dan membeli barang kepada Inggris.

-        Paham kebebasan dalam Politik

Koloni Inggris di Amerika tidak didirikan oleh pemerintah Inggris, melainkan diciptakan oleh pelarian-pelarian agama yang tidak tahan hidup tertekan di Inggris, karena agamanya dilaang oleh pemerintah Inggris. Kaum koloni ini menyatakan bahwa mereka adalah manusia merdeka yang membangun koloni di dunia baru. Paham kebebasan kaum koloni ini bertentangan dengan pendapat Inggris yang mengklaim bahwa koloni adalah jajahannya. Faktor ini yang juga menyebabkan Amerika Serikat menjunjung tertinggi Hak Asasi Manusia dalam konstitusinya

·         Sebab dan Jalannya Revolusi Amerika 

Sebelum kedatangan orang kulit putih telah dihuni oleh penduduk asli yaitu suku bangsa Maya di Amerika Tengah, Aztecs di Mexico, Inka di Peru, Cibcha di Colombia, Sioux-Apache-Cheyenne di Amerika Utara. Orang kulit putih pertama yang datang dan mendiami Amerika adalah bangsa Noor dari Norwegia yang dikenal dengan nama Viking sekitar tahun 981 M. Pada tahun 1492, Columbus sampai di Kepulauan Bahama, Cuba dan Santo Dominggo. Ia mengira telah sampai di India, sehingga penduduk pulau itu disebut Indian. Semua pulau-pulau ini dimasukkannya dalam daerah kerajaan Spanyol. Setelah kedatangan Columbus itu, banyak orang Spanyol dan juga Portugis yang datang ke Amerika. Hingga akhirnya Mexico, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan menjadi jajahan Spanyol. Brazil menjadi jajahan Portugis.

Tinggal Amerika Utara yang belum ada pemiliknya. Mulailah pada abad ke-17, perebutan Amerika Utara oleh Perancis, Inggris, dan Belanda.

 Perancis

Tahun 1603 Samuel de Champlain menduduki Canada. 1682 La Salle menduduki daerah Sungai Misisipi. Tahun 1699 Berville menduduki daerah MuaRa Sungai Misisipi. Dengan ini Perancis mempunyai jajahan bagian tengah Amerika Utara (dari Canada ke New Odeans).

Inggris

Tahun 1584 Baleigh menduduki Virginia. Tahun 1620 Pilgrimfathers (Mayflower) menduduki Massachusetts. Tahun 1623 Calvert menduduki Meryland. Dengan ini timbul jajahan Inggris di sepanjang pantai Timur Amerika Utara.

Belanda

Tahun 1609 Hudson menduduki Sungai Hudson. Tahun 1626 Belanda menduduki Nieuw Amsterdam (sekarang New York)

Tahun 1674 Inggris merebut Nieuw Amsterdam yang kemudian mengganti namanya menjadi New York. Dalam perang tujuh tahun (1756-1763) Inggris merebut dari Prancis wilayah Canada dan Louisiana (daerah Missisippi) sebelah Timur Sungai Missisippi. Lousiana sebelah Barat Missisippi dibeli dari Perancis pada tahun 1803. Florida dibeli dari Spanyol tahun 1819. Texas diduduki tahun 1845. California diambil dari Mexico 1848. Alaska dibeli dari Rusia tahun 1867 (diduduki Rusia pada tahun 1825). Dengan ini terjadi apa yang kita kenal sekarang sebagai Canada dan USA.

·         Perang Tujuan Tahun (1756 - 1763)

Jajahan Inggris di Amerika Utara terletak di sepanjang pantai timur. Dibelakang jajahan Inggris ini (di tanah pedalaman) terletak jajahan Perancis yang memanjang dari pantai selatan sepanjang sungai Missisippi (louisiana) sampai Canada.

Sebab-sebab:

Tembak menembak antara pasukan Perancis dan Inggris di dekat benteng Perancis Duquesne (Pittsburgh). Dalam tembak menembak ini nampak untuk pertama kali keberanian besar dari George Washington. Dalam perang ini Perancis kalah. Dilakukanlah perdamaian Paris yang isinya:

-     Canada dan Lousiana di sebelah timur Missisippi diberikan kepada Inggris, Lousiana sebelah Barat Missisippi diberikan kepada Perancis.

-     Perancis menyerahkan semua jajahannya kepada Inggris Akibatnya, Perancis mengakhiri penguasaan di Amerika, sementara Inggris timbul sebagai penjajah di Amerika Utara.

·         Perang Kemerdekaan Amerika (1771 - 1783)

Sebab-sebab Umum :

Jajahan Inggris di Amerika tidak didirikan oleh pemerintah Inggris tetapi diciptakan pelarian-pelarian agama yang tidak tahan hidup tertekan di Inggris, karena agamanya dilarang pemerintah Inggris. Mereka keluar dari Inggris untuk mencari kebebasan hidup dan mendarat di Amerika. Diantara mereka yang terkenal adalah the pilgrimfather yang mendarat pada tahun 1620 dengan kapal Mayflower dan mendirikan Massachusetts. Orang Amerika sekarang menganggap the pilgrim father sebagai pendiri-pendiri Amerika. Karena itu maka orang-orang Amerika sangat mencintai kebebasan dan kemerdekaan. Tetapi Inggris menganggap Amerika itu sebagai tanah jajahannya dalam arti kata yang kolot.

Inggris memerintahkan bahwa hasil bumi Amerika seperti tembakau, gula, kapas, boleh dijual hanya kepada Inggris dan Amerika diperbolehkan hanya membeli barang-barang kebutuhannya dari Inggris saja. Dengan ini harga dapat dipermainkan oleh Inggris. Orang-orang Amerika yang menganut faham kebebasan juga dalam perdagangan menentang aturan Inggris itu.

Inggris yang butuh uang untuk mengisi kas Negara yang kosong karena biaya untuk perang tujuh tahun memaksa Amerika untuk membayar pajak. Karena perang tujuh tahun itu berarti juga perluasan daerah dan perlindungan bagi Amerika. Amerika mau membayar pajak asalkan Amerika mendapat perwakilan parlemen Inggris. “No Taxation without representation” jawab mereka kepada Pemerintah Inggris, namun Inggris terus memaksa dan timbullah ketegangan.

Sebab Khusus :

Pada tahun 1773 berlabuhlah di Boston 3 kapal Inggris yang memuat teh untuk Amerika. Atas teh ini Amerika harus membayar pajak kepada Inggris. Orang Amerika menolak. Pada malam hari orang-orang Amerika menyamar sebagai orang Indian dan melemparkan teh-teh itu ke dalam laut. Inggris marah dan menghukum Boston. Orang Amerika lainnya membela Boston dan pecahlah perang antara Inggris dan Amerika yang dipimpin oleh George Washington. Peristiwa ini sering disebut dengan ‘The Boston Tea Party’, 16 Desember 1773.

Jalan Perang (1775 - 1778)

Pertempuran pertama meletus di Lexington, kemudian di Boston. Inggris memerintahkan Canada untuk membantu tentara Inggris. Permintaan ini ditoleh Canada. Inggris menggempur Canada untuk memaksa orang-orang di Canada dan timbullah pertempuran-pertempuran di Canada yang member kesempatan bagi Washington untuk mengatur tentaranya.Pada waktu itu orang-orang Amerika sesungguhnya belum menyadari apakah tujuan peperangan itu. Mereka bertempur melawan Inggris karena mereka merasa tertindas oleh aturan-aturan Inggris dan tidak untuk merdeka. Tetapi ini segera berubah menjadi perang kemerdekaan yang sesungguhnya ketika orang Amerika di tahun 1776 membaca tulisan Thomas Paine yang berjudul “ Common Snese. Tujuan menjadi terang yaitu “ kemerdekaan. Pada tahun itu juga meraka mengumumkan “ Decralation of Independence

Declaration of Independence (4 Juli 1776), Amerika menyatakan dirinya merdeka. Proklamasi ini disusun oleh Thomas Jefferson dalam Kongres di Philadelpia dari 13 negara bagian. Dan terkenal di dalamnya terkandung pernyataan hak-hak manusia (human rights).

Articles of Confederation (1777), Kongres dari Negara-negara bagian menyetujui dan menerima rencana konfederasi dan terbentuklah The United States of America (USA). Negara pertama yang mengakuinya dapah Perancis (1778) yang kemudian membantu USA melawan Inggris dengan mengirimkan Jenderal Lafayette ke Amerika. Tindakan Perancis ini disebabkan oleh:

·      Perancis ingin membalas dendam kepada Inggris, karena dulu kalah terhadap Inggris dalam perang tujuh tahun

·        Hasil diplomasi dari Benjamin Franklin di Eropa. Pada tahun 1779 Spanyol membantu USA (ingin mendadapkan kembali Gilbaltar dan Florida) dan mengumumkan perang kepada Inggris. Dengan bantuan-bantuan ini kedudukan USA menjadi kuat.

-   Perdamaian Paris (1784), Inggris akhirnya kalah. Jenderal Inggris Cornwellis menyerah dengan 7000 orang tentaranya di Yorktown kepada Washington dan Lavayette. Perang berakhir. Perjanjian perdamaian diadakan di Paris yang isinya:” Inggris mengakui kemerdekaan USA”.

-  Pembentukaan Undang-Undang Dasar (1787 - 1789), Tahun-tahun terakhir perang kemerdekaan sampai dengan pembentukan UUD merupakan masa pertentangan dan perselisihan antara 13 negara bagian. Nampak di sini adanya 2 blok: Selatan (9 negara bagian) dan Utara (4 negara bagian). Negara-negara bagian Selatan dipimpin oleh Thomas Jefferson dan Utara oleh Hamilton. Selatan menghendaki kekuasaan terbesar pada masing-masing Negara, Utara menghendai kekuasaan terbesar pada pemerintahan pusat. Pada tahun 1787 semua wakil Negara-negara berkumpul di Philadelpia untuk menyusun UUD. Antara Utara dan Selatan akhirnya didapat kompromi, yaitu Negara masing-masing bersumpah setia pada UUD dan tidak akan melanggarnya. Sebaliknya pemerintah pusat tidak akan campur tangan dalam negeri Negara-negara bagian. Urusan dalam negeri dipegang negara masing-masing. Urusan umum, luar negeri, pertahanan, dan lain-lain mengenai negara-negara Amerika itu semuanya dipegang oleh pemerintah pusat, yang terdiri dari:

·         Presiden (untuk 4 tahun) dibantu oleh state Departement (9 kementriankementrian)

·         Congress (parlemen) teridiri dari: Senate; tiap Negara bagian mengirim 2 orang

·         House of representatives; jumlah wakil atas dasar jumlah penduduk tiap-tiap Negara.

Dengan adanya kesepakatan dalam penyusunan Undang-Undang Dasar dan Perangkat Negara lain, Amerika Serikat akhirnya berdiri sebagai sebuah negara yang lepas dari Inggris, dengan Presiden pertamanya adalah George Washington (1789 –1797) untuk masa jabatan 2 periode.


Minggu, 12 September 2021

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI INFORMASI DAN TRANPORTASI

 

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI INFORMASI

DAN TRANPORTASI

 

1.      Sejarah Perkembangan Komunikasi Informasi

Antara teknologi komunikasi dan informasi saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses atau mentransfer data dari satu perangkat ke perangkat lainnya. Sedangkan teknologi informasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan input, proses, dan ouput dalam sebuah pemrosesan informasi. Perkembangan teknologi komunikasi dimulai tahun 1875 ketika Alexander Graham Bell menciptakan telepon. Telepon ini kemudian dihubungkan dalam jaringan kabel yang menghubungkan antar daerah.

Jaringan kabel telepon merupakan infrastruktur pertama yang dibangun manusia untuk kepentingan komunikasi global. Tahun 1895 teknologi komunikasi semakin bertambah dengan ditemukannya radio oleh Guglielmo Marconi. Pemanfaatan radio menggunakan signal analog pada mulanya sering digunakan oleh para pelaut untuk mengirimkan pesan telegram menggunakan kode morse antara kapal yang berlayar dengan pihak stasiun operator di daratan. Pada masa Perang Dunia telpon dan radio menjadi sarana untuk menggerakan massa atau pasukan, menyampaikan komando lapangan, pesan diplomatic, alat pendeteksi sekaligus memata-matai. Tahun 1940 berkembang transmisi audio-visual tanpa kabel dalam bentuk siaran televisi. Penciptaan televisi diawali oleh Paul Gootlieb Nipkow tahun 1884, Boris Rosing tahun 1907, Jhon Logie Baird tahun 1920, Kalman Tihanyi tahun 1926, dan pada tahun 1927 berturut-turut televisi disempurnakan kembali oleh Leon Theremin, Herberth E. ives, dan Philo Farnsworth. Tahun 1945 Angkatan Bersenjata Amerika Serikat menciptakan computer pertama yang dinamakan Electronic Numerical Integrator and Computer (ENIAC) untuk kepentingan militer. Amerika Serikat mengembangkan computer terinspirasi dari Charles Babbage yang pada tahun 1882 menemukan mesin hitung yang kemudian menjadi cikal bakal computer.

Perjalanan teknologi dan komunikasi semakin menjadi dengan ditemukannya Interconnection Networking (Internet) oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat tahun 1969. Melalui internet komunikasi dengan jarak yang tidak terhingga dapat dilakukan melalui saluran telepon. Kini akses internet semakin popular, tidak hanya sebatas alat untuk berkomunikasi melainkan sudah menjadi kebutuhan dan gaya hidup masyarakat modern. Perkembangan teknologi dan informasi senantiasa mengalami perkembangan dari masa ke masa, melibatkan uji coba dan penyempurnaan dari beberapa pihak, serta memiliki manfaat dan pengaruh luas. Pada abad-20 ini penggabungan istilah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi relevan seiring berpadunya teknologi computer dengan teknologi informasi.

Jenis-Jenis Teknologi Komunikasi dan Informasi

·         Handphone

Handphone merupakan telpon genggam berbentuk kecil yang bisa dibawa kemana saja. Handphone diciptakan oleh Martin Cooper tahun 1972 ketika bekerja di perusahaan Motorola. Penemuan handphone menandai pergeseran fundamental dimana sebelumnya komunikasi bersifat konvensional hanya bisa melalui telphon yang terhubung ke rumah-rumah, kini komunikasi bersifat portable kapan saja dan dimana saja antar pengguna handphone.

·         Radio internet

Radio internet merupakan layanan penyiaran audio yang ditransmisikan melalui internet. Radio internet diawali oleh Carl Malamud yang pada tahun 1993 meluncurkan internet talk radio yang berisikan wawancara terhadap para pakar computer. Layanan radio internet dapat diakses dari belahan dunia manapun dan bersifat global.

·         Televisi Teknologi

Tinggi Televisi teknologi tinggi merupakan perkembangan televisi dengan fitur dan fungsi yang lebih modern. Layar yang digunakan tipis berbentuk LCD atau dengan kualitas HD atau Full HD. Televisi modern dilengkapi dengan fasilitas internet, penggunaan kabel USB, dan koneksi dengan computer. Pengembangan televisi teknologi tinggi juga mempertimbangkan pemakaian daya listrik yang rendah agar hemat energy.

·         Laptop

Laptop atau computer jinjing merupakan computer portable berukuran kecil dan ringan. Laptop diciptakan oleh Adam Osborne tahun 1981. Secara umum laptop memiliki fungsi yang sama dengan computer, hanya saja ukurannya diperkecil, lebih ringan, tahan panas, dan hemat daya. Penggunaan tombol yang dulu berupa keyboard, kini berkembang menjadi touch screen dan di dalamnya dilengkapi akses internet untuk keperluan browsing.

·         Media Sosial

Media social merupakan media online yang para penggunanya dapat berinteraksi secara aktif dan up to date melalui blog, jejaring social, wiki, forum, dan dunia virtual. Beberapa akses yang dewasa ini diminati orang banyak diantaranya Youtube (didirikan tahun 2005 oleh Steven Chen, Chad Hurley, dan Jawed Karim), Facebook (diluncurkan tahun 2004 oleh Mark Zuckerberg, Eduardo Saverin, Andrew McCollum, Dustin Moskovitz, dan Chris Hughes), Twitter (didirikan tahun 2007 oleh Jack Dorsey, Evan Williams, dan Biz Stones). Hal menarik jika mencermati perkembangan media social sebagaimana disebutkan tadi adalah fakta bahwa kesuksesan dapat dibangun melalui kolaborasi yang baik antara satu individu dengan individu lainnya. Penemuan-penemuan yang dilakukan pada era modern ini bisa dikatakan lebih bersifat kolektif daripada personal.

2.      Sejarah perkembangan teknologi transportasi

Zaman sudah semakin modern, sarana transportasi sudah semakin maju. Mulai dari transportasi berupa ojek online sampai roket menuju luar angkasa, semuanya ada sekarang. Transportasi didefinisikan sebagai sarana pengangkut yang memudahkan perpindahan manusia maupun barang dari satu tempat ke tempat lain. Pasca Revolusi Industri di Inggris dunia transportasi berjalan begitu cepat. 

Transportasi dapat dimanfaatkan sebagai sarana mobilitas manusia, arus distribusi barang dan jasa, maupun keperluan perang. James Watt dikenal sebagai pengembang mesin uap, setelah sebelumnya Heron pada tahun 75 masehi lebih dahulu menemukan ide mengenai mesin uap. Tahun 1801 Richard Trevithick menciptakan kereta api uap. Selain itu tenaga uap juga digunakan pada kapal laut. Tahun 1858 Jean Lenoir menciptakan mobil yang digerakan dengan menggunakan mesin pembakaran dalam. Tahun 1879 Werner Von Siemens menciptakan kereta api listrik. Tahun 1885 Gottlieb Daimier dan Wilhem Maybach merakit sepeda motor dengan mesin berbahan bakar. 

Tahun 1899 Ferdinan Von Zeppelin menerbangkan balon udara. Tahun 1903 Orville dan Wilbur Wright menerbangkan pesawat terbang. Semua jenis transportasi dari mulai kereta api, kapal laut, mobil, motor, balon udara, sampai pesawat terbang masih bisa kita temui dan nikmati pada masa sekarang. Semuanya itu seiring berjalannya waktu semakin disempurnakan dari sisi teknologi dan permesinan, daya tampung, daya jelajah, serta penggunaan bahan bakar. 

3.      Dampak Teknologi Komunikasi Informasi

·       Memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai informasi secara cepat, kapan saja, dan dimana saja

·         Membuka wawasan terutama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

·         Mendorong modernisasi dan perubahan dalam masyarakat

·         Melahirkan gaya hidup baru terutama pada masyarakat perkotaan

·         Membuka jaringan social, politik, ekonomi, dan budaya secara lebih luas dan global

 

4.      Dampak Teknologi Transportasi

·         Memudahkan masyarakat dalam melakukan mobilitas sosial geografis

·         Membuka ruang antara satu tempat dengan tempat lainnya

·         memperlancar arus produksi, distribusi, dan konsumsi barang atau jasa

·         Menambah fasilitas dan pelayanan dalam transportasi berbasis public

·         Sebagai tolak ukur kemajuan pembangunan di suatu negara


UNTUK MENGIKUTI ULANGAN HARIAN KLIK LINK DI BAWAH INI👇

ULANGAN HARIAN KD 3.2 



Kamis, 02 September 2021

PERISTIWA DI EROPA YANG BERPENGARUH TERHADAP KEHIDUPAN UMAT MANUSIA

 

PERISTIWA DI EROPA YANG BERPENGARUH TERHADAP 

KEHIDUPAN UMAT MANUSIA

1.       Renaissance

Setelah keruntuhan Kekaisaran Romawi di abad IV Masehi, perkembangan peradaban di Eropa seperti meredup. Selama kurun waktu 1000 tahun setelah keruntuhan Kekaisaran Romawi, Eropa berada dalam peradaban abad pertengahan. Masyarakat Eropa abad pertengahan adalahmanusia yang kehidupannya didominasi oleh gereja. Banyak hal positif yang berkembang di periode tersebut, namun dampak-dampak negatif juga ada. Hidup manusia abad pertengahan selalu dikaitkan dengan tujuan akhir (eskatologi).

Manusia hanya menjalani kehidupan yang sudah ditentukan oleh Tuhan. Oleh karena itu, tujuan utama hidup manusia adalah mencari keselamatan. Keselamatan bisa didapat jika manusia patuh pada agama. Lembaga yang mengatur agama adalah gereja. Dengan demikian, manusia harus patuh kepada ketetapan yang dikeluarkan oleh gereja. Dunia pemikiran pada abad pertengahan banyak ditujukan untuk kegiatan teologi. Pemikiran filsafat yang berkembang melahirkan filsafat skolastik, yaitu suatu pemikiran filsafat yang berlandaskan pada agama dan digunakan sebagai alat pembenaran agama. Berbagai pemikiran yang bertentangan dengan apa yang ditetapkan oleh gereja dilarang. Pemikiran yang dapat berkembang adalah pemikiran yang tidak bertentangan dengan apa yang diajarkan dalam teologia. Gereja dengan para pendetanya mendominasi kegiatan pengembangan dunia pemikiran. Akibatnya inovasi dalam dunia pemikiran menjadi sangat terbatas, sehingga abad pertengahan disebut juga sebagai abad kegelapan atau dark ages.

Hingga abad XIV Masehi kehidupan masyarakat Eropa ditandai dengan berbagai bencana seperti kekacauan politik, krisis ekonomi, dan wabah penyakit pes (black death). Pada abad XV Masehi kehidupan masyarakat Eropa mulai membaik dengan seiring berkembangnya renaissance. Masa renaissance ditandai dengan kelahiran kembali kebudayaan Yunani dan Romawi dicirikan oleh penghargaan terhadap etika, estetika, dan rasionalitas. Kesadaran tentang renaissance muncul pertama kali di Italia dan kemudian menyebar ke seluruh Eropa. Pada awal abad XV Masehi Leon Batista Alberti, seorang arsitek dari Kota Fiorentina, dengan tepat menggambarkan perkembangan dunia pemikiran yang baru tersebut ketika ia mengatakan “orang dapat melakukan semua hal jika mereka menginginkannya”. Menurut paham renaissance, manusia dapat hidup secara maksimal jika hak-hak individunya dihargai. Dengan demikian, ia harus melepaskan diri dari dominasi agama dan gereja. Ia dapat melakukan kegiatan keagamaan sebagai seorang individu, tetapi kebebasannya sebagai seorang manusia sebaiknya didasarkan kepada kehidupannya sebagai manusia di dunia. Gagasan tentang individualisme dan sekulerisme tumbuh di Italia pada masa renaissance sangat terlihat pada dunia intelektual, seni, dan sastra. Gerakan sastra terpenting yang dihubungkan dengan renaissance adalah humanisme. 

Humanisme renaissance ialah gerakan intelektual yang didasarkan pada pengkajian karya-karya sastra klasik Yunani dan Romawi. Para humanis mempelajari liberal arts yang terdiri dari : tata bahasa, retorika, puisi, filsafat moral, atau etika dan sejarah. Semua yang dipelajari itu didasarkan pada karya-karya tulis yang ditinggalkan oleh para ilmuwan dari  masa Romawi dan Yunani kuno. Kajian oleh para humanis di masa renaissance disebut dengan bidang ilmu humaniora. Istilah tersebut sampai sekarang masih digunakan untuk menamai fakultas yang mempelajari manusia sebagai mahluk individu dan sosial. Eropa dengan renaissancenya pada masa itu memberi ruang yang ideal bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Berikut ini adalah tokoh-tokoh ilmuwan yang lahir di era ini antara lain :

  • Petrarch (1304-1374) dianggap sebagai bapak humanisme renaissance Italia
  • Nicholas Copernicus (1473-1543) seorang ahli Matematika dan astronomi dari Polandia yang terkenal dengan teori Heliosentris yaitu matahari sebagai pusat tata surya.
  • Johannes Kepler (1571-1630) astronom asal Jerman yang berpendapat bahwa orbit dari planet-planet yang mengitari matahari tidak berbentuk lingkaran, namun elips.
  • Galileo Galilei (1564-1642) ilmuwan asal Italia yang menemukan teleskop yang dapat melihat gunung-gunung di Bulan, dan menemukan bahwa Yupiter memiliki 4 satelit.

Selain melahirkan ilmuwan-ilmuwan, era Renaissance juga melahirkan seniman-seniman terkenal dijaman itu, diantaranya adalah Leonardo Da Vinci (1452-1519), Raphael (1483-1520), dan Michaelangelo (1475-1564). Pada awalnya, gerakan renaissance cenderung terjadi di bidang budaya, seperti lahirnya karya sastra, seni, dan arsitektur yang menawan di berbagai kota di Eropa. Oleh karena itu, renaissance juga dapat disebut sebagai sebuah gerakan budaya yang sangat mempengaruhi kehidupan intelektual Eropa pada periode modern awal. Akan tetapi, dalam perkembangannya gerakan renaissance memberi landasan kuat bagi lahirnya perubahan- perubahan radikal dan revolusioner dalam bidang politik, ekonomi dan ilmu pengetahuan.

Gerakan renaissance perlahan - lahan menyingkirkan peran agama dalam kehidupan publik. Sebagai ganti agama, masyarakat masa renaissance memperkuat fungsi dan peran negara. Negara diyakini sebagai sarana yang tepat untuk mewujudkan kesejahteraan. Renaissance telah melahirkan masyarakat yang lebih progresif dan wujud semangat mandiri sehingga membawa kepada aktivitis penjelajahan dan kemajuan di Eropa. Pengaruh Renaissance terhadap dunia adalah :

  • Tumbuhnya kebebasan, kemerdekaan, dan kemandirian setiap individu manusia. Manusia berupaya menjadi manusia merdeka dan memaksimalkan potensi dirinya
  •  Berkembangnya ilmu pengetahuan, seni, budaya, dan kebebasan berpikir
  • Menguatnya kaum pedagang/ pengusaha sehingga membuat mereka tumbuh menjadi kelas penguasa baru
  • Memicu berbagai inovasi dan penemuan baru dalam ilmu pengetahuan


2.       Merkantilisme

Merkantilisme merupakan teori ekonomi yang menyatakan bahwa kesejahteraan sebuah negara hanya ditentukan oleh banyaknya aset atau modal yang disimpan oleh negara yang bersangkutan. Oleh karena itu, besarnya volume perdagangan global sangat penting. Sementara dalam kamus besar Indonesia merkantilisme dijelaskan sebagai sistem ekonomi untuk menyatukan dan meningkatkan kekayaan keuangan suatu bangsa dengan pengaturan seluruh ekonomi nasional oleh pemerintah. Dengan demikian, merkantilisme mengajarkan agar pemerintahan suatu negara harus mencapai kesejahteraan dengan melakukan perlindungan terhadap perekonomiannya. Sistem ini berjalan dengan skema dimana kerajaan disebut dengan “Mother Country” yang mengontrol semua perdagangan di koloninya. Koloni dilarang untuk berdagang dengan koloni lain atau kerajaan lain, selain itu kerajaan akan berusaha menekan import dan mendukung eksport.

 

Merkantilisme lahir di Inggris dan Perancis. Lahirnya mekantilisme dipengaruhi semangat renaissance yang ditandai oleh kepercayaan akan kemampuan manusia, hasrat intelektual, serta penghargaan atas disiplin intelektual. Berkembang pemikiran bahwa perekonomian suatu negara akan berkembang jika negara tersebut mengekspor sebanyak mungkin dan mengimpor sedikit mungkin. Ukuran kemakmuran suatu negara dapat dilihat dari seberapa banyak negara tersebut berhasil mengumpulakn sumber-sumber daya yang terbatas, seperti emas dan perak.

 

Jika sebuah kerajaan mempunyai kekayaan berlimpah, kerajaan tersebut bisa melakukan apa saja, misalnya berperang dan mempertahankan daerah, riset untuk iptek, memajukan kebudayaannya, atau membuat koloni baru di tempat lain. Dalam perkembangnya, tidak hanya Inggris dan Perancis yang menjalankan merkantilisme, tetapi hampir sebagian negara Eropa juga menjalankan politik merkantilisme. Kebijakan ini diterapkan dengan cara melaksanakan kegiatan perdagangan yang diatur sepenuhnya oleh negara untuk memperoleh neraca perdagangan yang aktif. Adapun ciri- ciri perekonomian dari negara-negara yang menjalankan merkantilisme sebagai berikut:

  • Berusaha memiliki logam mulia
  • Menggalakan perdagangan luar negeri untuk melengkapi perdagangan dalam negeri
  • Menggalakan kegiatan industri yang mengubah bahan baku menjadi bahan jadi untuk kemudian diekspor
  • Menggalakan pertambahan penduduk
  • Negara mengawasi perkembangan perekonomian dan ikut campur tangan apabila dianggap perlu. Sistem ekonomi ini pula yang menyebabkan banyaknya terjadi revolusi melawan kerajaan.

Hal tersebut dikarenakan adanya monopoli dagang dan penarikan pajak yang memberatkan hingga menyengsarakan rakyat, lihat saja revolusi Amerika atau revolusi Perancis. Selain itu, karena sistem ini menitikberatkan kepada wilayah lain yang mempunyai sumber daya berlebih dan berharga, akhirnya kerajaan-kerajaan tersebut berlomba mendapatkan wilayah baru dan memicu perang antar kerajaan. Dampak merkantilisme bagi dunia antara lain :

  • Kolonialisme dan Imperialisme oleh bangsa Barat
  • Meningkatnya perdagangan Internasional
  • Revolusi Industri di Inggris

Selain berkembang di Eropa, ternyata keberadaan merkantilisme juga dapat dirasakan di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari peristiwa-peristiwa sejarah sebagai berikut:

  • Kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Nusantara
  • Berdirinya VOC
  • Pemberlakuan sistem sewa tanah oleh Raffles.
  •  Penerapan kerja rodi oleh Belanda

3.       Reformasi Gereja

Pengaruh masa renaissance tidak hanya pada bidang kesenian, kebudayaan, politik, maupun ilmu pengetahuan, tetapi juga menyebabkan sikap kritis terhadap kehidupan gereja atau agama. Faktor munculnya reformasi gereja salah satunya adalah keinginan untuk membebaskan diri dari kepemimpinan paus terhadap kehidupan beragama di negara Eropa. Hal ini tampak pada pertikaian antara Raja Frederik II dari Prusia dengan Paus Innocencius pada abad XIII Masehi dan Raja Philip Ivdari Prancis dengan Paus Bonifacius pada abad XIV Masehi. Reformasi diartikan Modul Sejarah sebagai gerakan yang bertujuan untuk kembali ke bentuk ajaran agama seperti yang dicontohkan oleh Nabi Isa.

Pelopor reformasi gereja adalah Martin Luther (1483-1546) seorang pastor dan guru besar Universitas Wittenberg di Jerman. Sebelumnya beliau adalah biarawan yang taat lho Squad. Meski begitu, dirinya melihat ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan ajaran agama dalam Gereja Katolik. Salah satunya adalah praktik jual-beli indulgensi (pengakuan dosa). Seharusnya, pengakuan dosa bukanlah hal yang diperjualbelikan. Martin Luther sebenarnya tidak ingin mendirikan gereja sendiri. Dirinya hanya ingin melakukan reformasi dalam gereja. Meski begitu, akibat pikirannya yang berbeda dari para pemimpin gereja saat itu, dirinya dianggap membawa ajaran sesat. Anggapan inilah yang mendorong Martin Luther dan pengikutnya untuk mendirikan gereja sendiri. Ajaran baru itulah yang akhirnya disebut dengan Protestanisme. 

Gerakan Martin Luther ini ternyata membawa dampak pada melemahnya kekuasaan Paus (pemimpin tertinggi Gereja Katolik). Paus, saat itu tidak hanya memimpin gereja, namun juga berhasil membawahi banyak kerajaan di Eropa. Menurut Luther, gereja seharusnya mengakui kekuasaan para pemimpin negara. Gagasan ini tentunya mendapat dukungan dari para penguasa negara. Mereka menghendaki adanya pemisahan kekuasaan antara negara dan agama. Hal ini akhirnya mendorong peran negara menjadi semakin kuat karena melahirkan feodalisme, nasionalisme dan separatisme. Alhasil, kekuasaan Gereja Katolik Roma mulai runtuh perlahan. Kegigihan Martin Luther untuk melakukan reformasi ternyata belum selesai. Selain menolak kehadiran Paus dalam kekuasaan negara, dirinya juga berani menentang anggapan bahwa Alkitab hanya boleh dibaca dan ditafsirkan oleh para rohaniwan. Martin Luther yang menjunjung tinggi kebebasan individu dan kesetaraan menolak gagasan itu. Menurutnya, semua orang yang mengimani Katolik sebagai agamanya, berhak untuk membaca Alkitab. Akibatnya, ia menerjemahkan sendiri Alkitab ke dalam Bahasa Jerman. 

Reformasi gereja memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat Eropa. Hal ini terlihat dari munculnya peristiwa-peristiwa besar sebagai berikut:

  • Lahirnya Protestanisme, Resistensi atau perlawanan yang kuat terhadap Gereja Katolik Roma kemudian mendorong para pengikut Luther mendirikan gereja sendiri yang terlepas dari Gereja Katolik Roma, itulah Protestanisme.
  • Menguatnya fungsi negara
  • Lahirnya Gereja Anglikan (Anglikanisme) Reformasi di Inggris tidak terlepas dari keberhasilan reformasi yang terjadi di Jerman. Keberhasilan reformasi di Jerman ditandai dengan keberanian melawan otoritas terciptanya negara sekuler yang lepas dari intervensi kepausan. Hal ini ikut memengaruhi Inggris.
  • Reformasi dan demokrasi Reformasi protestan adalah kebebasan individu dan kesetaraan, kebebasan individu dapat dilihat dari penolakan Luther atas otoritas paus termasuk atas kekuasaan sekuler.
  • Reformasi, Perang Tiga Puluh Tahun, dan kebebasan beragama Reformasi juga membawa akibat yang tidak diharapkan. Kaum Katolik dan Protestan berperang satu sama lain, yang kemudian disebut Perang Tiga Puluh Tahun (1618-1648). Perang ini terjadi di Jerman dan Inggris. Meskipun demikian, perang ini terjadi tidak hanya karena masalah keagamaan, tetapi juga karena persaingan antara Dinasti Habsburg dan Dinasti Valois di Prancis yang mengakibatkan terjadinya Perang Habsburg-Valois. Perang Tiga Puluh Tahun di akhiri perjanjian perdamaian Westphalia pada tahun 1648 yang salah satu perjanjiannya adalah adanya pengakuan atas kebebasan beragama di tiap-tiap negara.


4. Aufklarung

Istilah Aufklärung berasal dari Bahasa Jerman yang berarti “pencerahan”, yang dalam Bahasa Inggris dikenal dengan enlightenment. Abad pencerahan (1685-1815) adalah suatu periode dalam sejarah manusia yang ditandai dengan optimisme yang tinggi pada kemampuan rasio manusia untuk menciptakan kemajuan. Nama pencerahan diberikan untuk zaman ini dikarenakan manusia mulai mencari cahaya baru malalui rasionya sendiri. Abad pencerahan berlangsung pada abad XVII – XVIII (1685-1815).

Negara-negara pelopornya adalah Inggris dan Prancis, Di kedua Negara ini lahir banyak ilmuwan dan pemikir atau filsuf yang gagasan-gagasannya sangat berperan memicu lahirnya abad pencerahan. Di masa ini manusia optimis dengan kemampuannya untuk menciptakan kemajuan yang dapat memberikan cahaya baru, dalam hal ini adalah kemajuan ilmu pengetahuan. Kemudian banyak muncul pikiran - pikiran filosofis dari Eropa. Meski sama-sama disebut pencerahan, ternyata Renaissance dan Aufklärung berbeda. Di Masa Renaissance, kesadaran akan kemampuan akal manusia sudah berkembang, tetapi hal tersebut hanya menghasilkan kemajuan di bidang humaniora, filsafat, politik, seni, sastra serta hukum. Perubahan dalam bidang ekonomi belum mampu dikembangkan demi kesejahteraan manusia. Melalui slogan Aufklärung, “Sapere Aude!” yang berarti “Beranilah Berpikir Sendiri”, Immanuel Kant, filsuf asal Jerman mengajak orang-orang untuk semakin berani dan bebas menggunakan akalnya. Menurut Kant, manusia masih belum yakin akan kemampuan akalnya untuk menciptakan kemajuan dan kebahagiaan di dunia. Jika manusia belum mampu melakukan hal tersebut, itu berarti tanda bahwa manusia tersebut belum dewasa.

Penggunaan rasio oleh umat manusia belum mengubah secara signifikan dalam hal kesejahteraan ekonomi. Masalahnya bukan apakah mereka mampu menggunakan rasionya demi mengubah kesejahteraan dunia? Melainkan mengapa manusia belum menggunakan rasionya semaksimal mungkin. Immanuel Kant (1724-1804) menjawab pertanyaan itu “karena manusia belum berani menggunakan rasionya”. Menurutnya manusia belum berani menggunkan rasionya karena masih dikuasai oleh otoritas lainnya seperti tradisi, kitab, gereja, dan negara. Jadi inilah kata Kant yang menjadi slogan utama abad pencerahan “beranilah berpikir sendiri!” dengan berani berpikir sendiri niscaya manusia manusia akan sejahtera dan bahagia. Itulah yang disebut Optimisme Pencerahan. 

Tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam Aufklarung adalah :

  • Francis Bacon
Francis Bacon merupakan tokoh awal dalam Masa Aufklärung di Inggris. Menurut Bacon, manusia harus berusaha sendiri untuk memecahkan masalah-masalah hidupnya dan tidak terus menerus menggantungkan diri pada Tuhan. Caranya adalah melalui penguasaan terhadap ilmu pengetahuan. Gagasannya yang terkenal adalah “knowledge is power”. Artinya, ilmu pengetahuan merupakan jalan yang dapat dipergunakan untuk kemajuan kehidupan manusia.
  •  John Locke
John Locke dianggap sebagai Bapak Liberalisme. Pemikirannya tercermin dalam karyanya Two Treatise on Government (1689), yang menjelaskan bahwa hidup manusia diatur oleh hukum kodrat dan tiap individu memiliki hak-hak yang tak boleh dirampas darinya (unalienable rights). Locke juga membahas tentang pemerintahan suatu negara harus dibatasi oleh hukum-hukum tertentu agar pemerintah tidak merampas hak-hak individu. Jadi, keberadaan negara berfungsi untuk menjamin keamanan seluruh masyarakatnya.
  • Isaac Newton
Isaac Newton, nama ini pasti sudah tidak asing untuk anda ya. Dia terkenal karena penjabaran hukum gravitasi. Anda tahu tidak ternyata hukum gravitasi itu ditemukannya secara tidak sengaja. Ceritanya ketika Newton duduk di bawah pohon apel ada buah apel yang jatuh dari atas ke bawah. Nalar kritisnya bekerja dan jadilah hukum gravitasi. Newton berhasil menunjukkan bahwa gerak benda di bumi dan benda luar angkasa lainnya diatur oleh sekumpulan hukum alam yang sama. Karyanya yang terbesar dan paling berpengaruh milikinya adalah Phillosophie Naturalis Principia Mathematica (1687). Pemikirannya tentang fisika ini ternyata membawa wajah baru dalam ilmu pengetahuan, sehingga dirinya merupakan tokoh yang berpengaruh di masa ini.
  • Jean-Jacques Rousseau
J.J. Rousseau merupakan filsuf Perancis yang juga muncul pada Masa Aufklärung. Pemikiran terbesarnya menyatakan bahwa negara yang baik adalah negara yang mencerminkan kedaulatan rakyat. Jika negara memiliki kedaulatan rakyat, individu dapat mempertahankan kebebasannya. Atas pemikirannya tersebut, Rousseau dipandang sebagai pendukung demokrasi yang paling penting
  • Voltaire
Voltaire merupakan penulis dan filsuf Perancis yang dikenal lewat tulisan filsafatnya yang tajam, dukungannya terhadap hak-hak manusia, kebebasan sipil, kebebasan beragama hingga hak mendapatkan pengadilan yang layak. Voltaire adalah pendukung utama terhadap reformasi sosial. Reformasi sosial diperlukan oleh Perancis untuk memperbaiki kehidupan rakyat dan menghilangkan tindakan sewenang-wenang yang dilakukan kalangan gereja atau bangsawan terhadap rakyat biasa.

 

Aufklärung menyebabkan banyak hal penting yang terjadi di dunia ini. Berbagai wilayah di dunia, mulai dari masyarakat hingga kehidupannya pun banyak yang terpengaruh oleh adanya masa Aufklärung yaitu berkembangnya paham liberalisme dan nasionalisme,  mendorong munculnya ideologi-ideologi baru karena mengedepankan dan memaksimalkan kemampuan akal manusia, munculnya penemuan-penemuan baru dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi

 

Revolusi Industri

Revolusi industri adalah perubahan cara pembuatan barang-barang industri yang semula dikerjakan dengan tenaga manusia diganti dengan tenaga mesin. Penemuan mesin menggantikan tenaga manusia merupakan inti revolusi industri. Revolusi industri dipicu oleh adanya revolusi agraria dalam penyediaan bahan baku wol yang mendorong penemuan mesin-mesin dalam industry tekstil. Revolusi industri ini terjadi di Inggris sekitar pada tahun 1750 (abad XVIII), lalu berkembang dengan cepat keseluruh Eropa, seperti Prancis, Jerman, dan Belanda, dan kemudian menyebar ke seluruh dunia termasuk Jepang.

Dalam perkembangannya, penggunaan mesin untuk menggantikan tenaga manusia dan hewan tidak hanya terjadi pada bidang manufaktur, tetapi juga dalam bidang pertanian, pertambangan dan transportasi. Istilah Revolusi Industri sendiri diperkenalkan oleh Friedrich Engels dan Louis Auguste Blanqui pada pertengahan abad XIX Masehi. Istilah ini kemudian dipopulerkan oleh sejarawan Inggris Arnold J Toynbee (1852-1883) untuk menjelaskan perkembangan ekonomi Inggris antara tahun 1760 sampai tahun 1840. Sejak itu, istilah revolusi industri digunakan secara luas.

Revolusi Industri Fase Pertama Pada fase pertama, perubahan berfokus pada bidang tekstil lewat penemuan alat pemintal benang. Alat pemintal benang pertama dibuat oleh James Hargreaves (1767) dan diberi nama Spinning Jenny. Alat pemintal benang tersebut nantinya disempurnakan oleh Richard Arkwright dengan membuat alat pemintal yang bertenaga air serta mampu menghasilkan benang lebih halus dibanding hasil benang “spinning jenny”. Penemuan benda tersebut tentunya mendorong munculnya pabrik dan produksi massal dalam industri katun. Selain penemuan mesin pemintal benang, produksi benda - benda industri juga berubah karena munculnya mesin uap. Kemunculan mesin uap terinspirasi dari mesin pemompa air ciptaan Thomas Newcomen. Mesin yang menggunakan tenaga uap tersebut, dimodifikasi menjadi lebih efisien oleh James Watt. Mesin yang dibuat oleh Watt ini akhirnya memicu munculnya kereta api penumpang (George Stephenson) dan kapal uap (Robert Fulton).

Revolusi Industri Fase Kedua menyebar cepat ke Jerman, Amerika Serikat, Perancis, Italia, Jepang, dan berbagai negara lainnya. Tahun 1860, Revolusi Industri memasuki fase baru yang dikenal sebagai Revolusi Industri Kedua. Fase kedua ini terjadi antara abad ke-19 dan ke-20 dan dikenal juga dengan sebutan revolusi teknologi. Revolusi ini identik dengan pembangunan jalan rel, produksi massal besi dan baja, penggunaan mesin yang meluas, peningkatan penggunaan tenaga uap, hingga munculnya listrik. Kemunculan besi dan baja, jalan rel, dan peningkatan penggunaan batu bara memungkinkan transportasi murah untuk mengangkut material dan produk hasil industry.

Pengaruh revolusi industri terhadap dunia :

·         Berkembangnya sektor industri secara besar-besaran

·         Manusia dapat menciptakan berbagai produksi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya

·         Mendorong produksi barang meningkat lebih tinggi dan berdampak pada murahnya harga barang

·         Memicu lahirnya golongan buruh

·         Meningkatnya polusi udara akibat asap industri

·         Menimbulkan kesenjangan antara pemilik modal dan pekerja

·         Meningkatnya urbanisasi ke kota-kota dengan tingkat industri yang tinggi

·         Mengakibatkan kebangkrutan pada industri-industri kecil Revolusi industri juga berpengaruh pada kehidupan ekonomi, sosial dan politik.

Faktor-faktor pendukung revolusi industri sebagai berikut:

·     Stabilnya kondisi keamanan dalam negeri. Selama abad XVI dan XVII Inggris mengalami kestabilan politik, perdamaian dan stabilitas didukung pula oleh penyatuan Inggris dan skotlandia. Hal ini mendorong banykanya wirausaha untuk berdatangan ke Inggris.

·     Kolonialisme dan Imperialisme Kongsi dagang Inggris East India Company (EIC) di bentuk pada tahun 1600. Pembentukan EIC berfokus pada perdagangan ini membuat banyak pedagang dan kelas menengah Inggris mengenal dunia Timur (Asia dan Afrika). Banyak diantara mereka menjadi pelaku pedagang rempah-rempah maupun pedagang perantara.

·  Berkembang Ilmu Pengetahuan Abad pencerahan yang berkembang pesat adalah zaman yang mendorong indivisu untuk berani menggunakan pikirannya, memahami cara kerja, mangurung ide rasionalitas, kebebasan dan mengeluarkan kreativitasnya. Dengan rasionya orang kemudian akan menemukan hukum-hukum alam yang sangat penting artinya bagi revolusi industri.

·   Munculnya kaum kaya baru Perdagangan rempah pada saat sedang menguntungkan dan tingkat permintaan di Eropa sangat tinggi. Dengan begitu caddangan di Bank of England menjadi besar, hal ini memberikan kemudahan bagi pelaku usaha untuk dapat meinjam modal udaha untuk membuat usaha ke bidang tekstil ataupun sepatu. Penemuan teknologi- teknologi baru yang memicu Revolusi Industri tidak terlepas dari sumbangan kaum kelas menengah (borjuis) ini. Mereka pulalah yang melahirkan sistem kapitalisme yang membuat iklim usaha menjadi jauh lebih dinamis.

·      Sumber bahan mentah dan pasar hasil produksi Daerah jajahan Inggris yang kaya akan sumber alam ini di manfaatkan oleh warganya untuk melahirkan produk baru.

·      Perlindungan hukum Pemerintah memberika perlindungan hukum terhadap penemuan baru sehingga mendorong kegiatan penelitian ilmiah.

·   Arus urbanisasi Arus urbanisasi yang besar akibat kebijakan enclosure di pedesaan mendorong pemerintah Inggris membuka industri yang lebih banyak agar dapat menampung mereka.

·    Munculnya sistem ekonomi liberal Paham akan ekonomi liberal muncul sebagai reaksi terhadap ekonomi merkantilisme, yang menekankan campur tangan pemerintah yang dominan dalam perekonomian. Sebaliknya, menurut paham ekonomi liberal, ekonomi akan berjalan baik kalaunegara tidak campur tangan dalam urusan ekonomi dengan membiarkan mekanisme pasar berjalan secara bebas.

·     Tuntutan produksi massal Tingginya permintaan di Eropa sebagian karena kualitas produk Inggris yang terkenal bagus dibandingkan produk sejenis di Negara Eropa lainnya. Dampaknya, meningkatnya jumlah permintaan, sehingga muncul tuntutan produksi massal. Pengaruh peristiwa penting di Eropa dengan kehidupan masa kini

 

Dengan berakhirnya masa renaissance bukan berarti pengaruhnya langsung hilang begitu saja. Aufklarung memberikan dampak pada Indonesia di jaman kolonial Belanda. Pada tahun 1889, Conrad Theodore van Deventer memperjuangkan nasib bangsa Indonesia dengan menulis karangan dalam majalah De Gids (Panduan) yang berjudul Een Eereschuld (Hutang Kehormatan). Van Deventer menjelaskan bahwa Belanda telah berhutang budi kepada rakyat Indonesia. Hutang budi itu harus dikembalikan dengan memperbaiki nasib rakyat, mencerdaskan dan memakmurkan. Penerapan politik etis meliputi tiga hal utama: 1) irigasi, 2) pendidikan, dan 3) migrasi. Dampak pelaksanaan politik etis bagi Indonesia di bidang irigasi, pembangunan infratruktur pertanian dalam hal ini bendungan yang nantinya bermanfaat bagi pengairan. Dibidang migrasi Pembangunan infrastruktur seperti pembangunan rel kereta api yang memperlancar perpindahan barang dan manusia. Selanjutnya dalam hal edukasi memberikan kesempatan kepada pemuda pemudi Indonesia untuk bersekolah dan mendapatkan pengajaran pendidikan. Adanya berbagai sekolah mengakibatkan munculnya kaum terpelajar atau cendikiawan yang nantinya menjadi pelopor Pergerakan Nasional seperti contoh Soetomo mahasiswa STOVIA mendirikan organisasi Budi Utomo, Soekarno, Mohammad Hatta, dll. Sementara dalam hal transmigrasi, dilakukan pemindahan penduduk dari pulau jawa untuk bekerja di pabrik dan perkebunan milik Belanda.

Di jaman sekarang keterkaitan adanya politik etis ini, di bidang Irigrasi banyak di bangun waduk-waduk baru bukan hanya untuk pengairan, namun juga untuk pembangkit tenaga listrik. Migrasi penduduk bukan hanya terjadi dalam satu kota, namun juga antar pulau. Pemerintah hingga sekarang masih mengembangkan transmigrasi dengan pola baru yang lebih banyak mendatangkan manfaatnya bagi masyarakat dan mengurangi dampak yang tidak diinginkan. Di bidang pendidikan, dalam upaya mengembangkan sumber daya manusia telah mengeluarkan kebijakan wajib belajar 12 tahun (Wajar dikdas). 

Pengaruh renaissance di Indonesia di masa kini masih dikenali, sebagai contoh banyak pemuda yang kini telah menjadi pengusaha atau pebisnis muda dan handal. Indonesia kini semakin berkembang dengan kehidupan yang dinamis dan serba canggih. Kita saat ini memasuki industri 4.0 dimana kemajuan teknologi adalah panglima dan otomisasi mesin berlangsung di hampir semua sektor. Kemajuan perdagangan pun di rasa semakin hari semakin mengikuti era modern. Dengan adanya Renaissance kini dapat menciptakan sumber daya yang dimana dapat mengubah cara pandang kehidupan semakin maju. Seperti halnya kini di Indonesia telah mengenal e-commerce yaitu berdagang atau berjualan melalui media elektronik. Dahulu orang hanya mengenal bahwa berjualan atau berbisnis hanya di lakukan secara tatap muka dan membuka lapak di tempat, namun kini orang telah mengenal media elektronik dan memanfaatkannya secara baik untuk berbisnis. Tumbuhnya kebebasan dalam berkreasi dan berinovasi juga telah berlaku di Indonesia. Kreativitas di setiap individu menciptakan pula jiwa muda yang lebih modern dan mandiri. 

Pengaruh markantilisme hingga sekarang masih dapat kita jumpai, seiring waktu terjadi markintilisme mengalami perubahan seiring waktu dan kondisi yang berbeda. Bila pada masa lalu markantilisme untuk mengukur kekayaan negara hanya dengan logam mulia, namun sekarang melalui mata uang suatu negara. Semakin kuat ekonomi suatu negara, maka nilai mata uangnya akan semakin tinggi dibandingkan negara yang ekonominya lemah. Sehingga setiap negara berupaya semakin menumpuk cadangan devisa negara agar nilai mata uang negaranya tetap unggul. Dengan modal yang kuat, negara maju mengeksploitasi negara berkembang dengan mengeruk hasil bumi dan alamnya dengan biaya rendah dan menjualnya dengan harga tinggi, seperti yang sedang terjadi di negara tercinta kita ini. Misalnya, pada perbagai kegiatan penambangan yang melibatkan peruasahaan asing, di mana yang menjual hasil penambangan adalah perusahaan asing tersebut, sedangkan negara kita hanya mendapatkan konpensasi saja.

Pembatasan impor dan mengutamakan ekspor di semua negara. Dengan adanya perdagangan bebas maka pembatasan impor secara mutlak sudah sulit dilaksanakan. Adanya pasar bebas seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN membuat pintu perdagangan terbuka luas untuk melakukan ekspor ke semua negara anggota, sehingga tidak bisa melalukan pembatasan barang impor yang masuk pada suatu negara. Maka upaya untuk menekan impor yang masuk maka pemerintah Indonsia mengeluarkan berbagai upaya dalam meningkatan kegiatan ekspor. Sehingga dengan ekspor yang semakin tinggi dibandingkan negara, akan menghasilkan devisa yang lebih banyak lagi. Pemberian subsidi langsung terhadap manufaktur negara. Agar produk dalam negeri mampu bersaing dengan produk luar, pemerintah memberikan subsidi langsung terhadap manufaktur negara. UUD 145 pemerintah menguasai kepentingan yang menyangkut hidup orang banyak, sehingga pemerintah bisa ikut campur di dalamnya termasuk memberikan subsidi sehingga pruduknya bisa terjangkau oleh semua masyarakat. 

Pengaruh umum dari munculnya reformasi geraja adalah kekuasaan gereja atau agama dipisahkan sehingga sehingga muncul pemerintahan sekuler. Reformasi gereja memunculkan adanya gereja katolik dan gereja prostestan. Dengan diterjemahkannya Kitab Injil dari Bahasa Latin ke berbagai bahsa lain sehingga mempermudah umat Kristiani di berbagai belahan dunia memahami Kitab Injil. Sekarang kitab injil dengan terjemahan Bahasa Indonesia sudah ada, bahkan seiring dengan kemajuan teknologi dapat dipelajari melalui daring (internet). Pemerintah Indonesia sekarang ini mengakui adanya umat kristiani baik yang Katolik maupun yang Protestan, hidup berdampingan dalam masyarakat dengan agama yang ada di Indonesia. Sekarang bisa di Jumpai Kitab Injil yang menggunakan terjemahan Bahasa Indonesia.

Penemuan-penemuan baru berbagai alat untuk memudahkan kehidupan manusia, memunculkan revolusi industri. Revolusi industri terus bergerak maju dengan semakin banyaknya ditemukan teknologi canggih. Indonesia sekarang juga sudah mampu membuat industri maju yang menggunakan mesin-mesin modern, yang membawa perubahan berbagai aspek seperti ekonomi, sosial, budaya, lingkungan hidup dan lain-lain. Adanya industri-industri mampu menggerakkan roda ekonomi. Banyak lapangan pekerjaan tercipta, mendorong terjadinya urbanisasi ke wilayah pusat industri. Namun pengaruh industrialisasi yang berlangsung saat ini perlu diantisipasi dengan baik ke karena memunculkan dampak negatif seperti pola hidup yang individual, semakin murah harga barang membuat masyarakat menjadi semakin konsumtif, dan ekploitatif terhadap sumber daya alam.




HUBUNGAN PERKEMBANGAN PAHAM-PAHAM BESAR; DEMOKRASI, LIBERALISME, SOSIALISME, NASIONALISME, PAN-ISLAMISME DENGAN GERAKAN NASIONALISME DI ASIA-AFRIKA

  PERKEMBANGAN PAHAM DEMOKRASI, LIBERALISME, SOSIALISME, NASIONALISME, DAN PAN ISLAMISME ·          Demokrasi Istilah “ demokrasi” beras...