Senin, 17 Agustus 2020

Kolonialisme dan Imprealisme Eropa Di Indonesia

 

Berikut ini materi  sejarah wajib kelas XI kurikulum 2013 edisi revisi. 

Materi berbentuk power point guna mendukung pemahaman materi.

untuk lebih lanjut silahkan download dengan cara klik link download di bawah




Download ðŸ‘Œ



Bismillah, kami pabrik baju anak edukatif, mencari mitra penjualan, daftar GRATIS!

Bisa COD, keuntungan 25%

Gabung grup reseller 


Baca Juga:

Pengakuan PBB Terhadap Kemerdekaan Indonesia 

Materi Sejarah Wajib Kelas X Bab 1. Cara Berfikir Sejarah


Berikut ini materi  sejarah wajib kelas 10 kurikulum 2013 edisi revisi. 



Materi berbentuk power point guna mendukung pemahaman materi.

untuk lebih lanjut silahkan download dengan cara klik link download di bawah

BAB I Cara Berfikir Sejarah

👉 download 👈


BAB 2 Awal Kehidupan Manusia Indonesia

klik link dibawah ini !👇

download


BAB III Indonesia Zaman Hindu - Budha : Silang Budaya Lokal dan Global Tahap Awal

klik link dibawah ini !👇

download   ðŸ‘‰Follow IG Jizzu Store

BAB IV Kerajaan - Kerajaan Islam Di Indonesia

klik link dibawah ini !👇

download


Baca Juga:

Konsep Sejarah

Perubahan dan Keberlanjutan dalam Sejarah

Terima Kasih👌





NUSANTARA SEBAGAI BAGIAN JARINGAN PERDAGANGAN MARITIM GLOBAL

 

NUSANTARA SEBAGAI BAGIAN JARINGAN PERDAGANGAN MARITIM GLOBAL

 

1.     Jaringan Perdagangan Laut Internasional pada masa Islam

 

Indonesia, merupakan kawasan kepulauan yang sangat strategis dan merupakan bagian dari jalur perdagangan Internasional yang bahkan terhubung hingga ke kawasan Eropa, selain itu, letaknya yang berada di antara jalur India menuju China atau sebaliknya menjadikan Indonesia lebih strategis karena dilayari dan dilintasi.

 

Perdagangan yang melintasi kepulauan Nusantara ini lantas turut menyumbang adanya transfer kebudayaan antara daerah-daerah yang terhubung melalui jalur perdagangan laut, salah satu unsur yang kemudian menyebar melalui jalur perdagangan laut ini adalah agama, dan dapat dikatakan ketika masa khalifah ketiga (Utsman bin Affan) 644-656, telah datang utusan-utusan muslim dari arab telah mencapai Istana Cina, lalu pada abad ke-IX sudah ada ribuan pedagang muslim di Kanton (Cina). Kontak-kontak antara Cina dan dunia Islam itu terjalin dan terpelihara terutama lewat jalur laut melalui perairan Indonesia. Maka tidak heran, ketika pada akhir abad ke-VII tampaknya orang-orang Islam sudah memainkan peranan besar dalam perdagangan-perdagangan Internasional di kerajaan Sriwijaya yang masih bercorak Budha.

 

Kedatangan Islam ke kawasan Kepulauan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari adanya jaringan perdagangan yang kita bahas di atas, semua jalur perdagangan laut di kawasan Asia, bahkan dari Eropa hingga ke kawasan Cina pada abad ke-13 mungkin sudah didominasi para pedagang-pedagang Islam, yang berasal baik dari Arab, India maupun Cina. Sebagai kawasan transit yang sangat strategis, kepulauan Indonesia merupakan kawasan yang sangat terpengaruh perubahan-perubahan dari berbagai jejaring kota yang terhubung dalam perdagangan Internasional, penyebaran Islam sendiri mungkin merupakan sebuah proses panjang nan rumit yang berjalan selama ratusan tahun, bahkan hingga hari ini di kepulauan Indonesia, yang dimulai mungkin sejak awal bangkitnya kekuasaan Islam di Tanah Arab.

 

Saluran Islamisasi di Kepulauan Indonesia berjalan tidak secara terpisah, namun secara berkesinambungan dan berbarengan, hampir tidak ada satupun wilayah yang menjadi bagian dari jalur perdagangan Internasional pada masa Abad 13-15 M yang terpengaruh saluran Islamisasi hanya 1 unsur, biasanya saluran islamisasi tersebut berlaku lebih dari satu di kawasan tersebut, sebut saja di pulau Jawa bagian Tengah, selain dengan adanya perkawinan dari para pedagang Muslim dengan penduduk asli Jawa, namun berkembang pula pesantren-pesantren yang menjadi saluran islamisasi melalui pendidikan yang juga didirikan oleh para Wali Songo yang kemudian banyak menarik para penduduk asli Jawa dengan kepiawaian mereka di bidang mistik dalam islam (tasawuf). Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa proses Islamisasi di Indonesia terjadi jalin-menjalin melalui berbagai saluran Islamisasi.

 

Beberapa saluran Islamisasi Melalui Pendidikan Melalui Perdagangan, melalui Perkawinan, melalui Kesenian, elalui Dakwah Wali Songo, melalui Tasawuf.

 

2.     Pengaruh Islam di Kepulauan Nusantara yang menjadi Bagian Jaringan Perdagangan Internasional

 

Pengaruh di Bidang Politik

 

Pada masa Kerajaan Hindu dan Buddha, konsep dinasti sudah berlaku dan dianut oleh para bangsawan kerajaan, selain dinasti yang berlaku turun temurun, demi memperkuat legitimasi para Raja, seringkali para Raja dianggap sebagai titisan dewa, konsep ini disebut dengan konsep Devaraja (Dewaraja), maka seringkali ketika para raja tersebut mangkat, mereka dicandikan dan dibuat arca yang menyerupai salah satu dewa dalam kepercayaan Hindu (contoh : Airlangga yang dicandikan sebagai Dewa Wisnu).

 

Dalam kepercayaan Agama Islam, Tuhan (Allah) dipercaya tidak dapat diserupakan dengan makhluk ciptaannya, Dia tidak dipercaya akan menitis menjadi seorang manusia yang merupakan ciptaannya, namun, Tuhan dipercaya menunjuk manusia sebagai Khalifah (pemimpin) di muka Bumi untuk membawa keteraturan dalam kehidupan di muka Bumi, maka konsep Dewaraja yang digunakan pada masa Kerajaan Hindu dan Buddha bergeser menjadi konsep raja sebagai Khalifatullah (wakil Tuhan sebagai pemimpin) di muka bumi ini.

 

Selain pengaruh konsep Raja, banyak unsur-unsur yang tetap dipertahankan dari masa Kerajaan Hindu dan Buddha, sistem feodal dan penguasaan tanah juga tetap dipertahankan, bahkan beberapa unsur seperti magis dan klenik dari Kerajaan Hindu dan Buddha tetap diamalkan pada masa Kerajaan-kerajaan Islam, khususnya kerajaan-kerajaan di Jawa, sebut saja kepercayaan dalam memperlakukan benda-benda pusaka yang sering diperlakukan layaknya makhluk hidup (dimandikan, diberi tempat khusus, bahkan disajenkan) , meskipun dalam kepercayaan Islam, ada beberapa larangan khususnya mengenai menghindari takhayul dan berlaku syirik, hal demikian menggambarkan bahwa kedatangan Islam bukan menggusur kepercayaan Hindu dan Budda melainkan terjadi Akulturasi atau percampuran kebudayaan dari Islam, Hindu dan Buddha, serta budaya asli di Indonesia.

 

Pengaruh di Bidang Ekonomi

 

Kepulauan Indonesia juga pernah disebut sebagai kepulauan emas atau perak (Argyre), semua itu merujuk bukan saja pada Kepulauan Indonesia yang menjadi salah satu penghasil logam-logam mulia tersebut, namun juga karena perputaran ekonomi di kawasan Kepulauan Indonesia sangat besar, dengan kedatangan Islam dan banyaknya arus perdagangan yang dijalankan para saudagar-saudagar Islam baik dari Arab, India maupun belakangan dari Cina, menyebabkan pertambahan perputaran ekonomi yang lebih besar lagi.

 

Pengaruh tersebut mendapat kesempatan besar ketika pada abad-abad 13-15 bahkan hingga abad 17, kerajaan yang terbesar dan terluas wilayahnya pada saat itu adalah suatu kekaisaran besar yang dikenal dengan nama Turki Usmani (Ottoman) yang selain menjadi kekuatan dunia (ruling the world) kekaisaran Turki Usmani ini juga turut aktif dalam menyebarkan pengaruh Islam di dunia. Bagi kepulauan Indonesia, pengaruh di bidang ekonomi dari kedatangan Islam antara lain menyebabkan munculnya kota-kota pelabuhan di sepanjang pantai timur dan barat Sumatera dan pantai utara Jawa, kemunculan kota-kota tersebut lahir akibat kebutuhan berbagai komoditas yang diperdagangkan di perdagangan Internasional.

 

Kemunculan kota-kota pelabuhan ini pada akhirnya menyebabkan munculnya permintaan komoditas untuk mendukung populasi di kota pelabuhan tersebut, sebut saja Malaka, Kota pelabuhan ini tidak memiliki sumber daya alam yang cukup untuk menunjang kehidupan populasi didalamnya, namun kota ini merupakan pelabuhan penting yang sangat ramai dan menyebabkan populasinya bertambah akibat adanya berbagai kegiatan transaksi dagang berbagai komoditas, untuk menunjang populasi di Malaka, seringkali Malaka harus mengimpor beras, dan berbagai bahan pangan lainnya dari Jawa, pantai timur sumatera untuk kemudian ditukarkan dengan berbagai komoditas perdagangan yang ada di Malaka (bukan dihasilkan) dengan demikian akhirnya, kebutuhan ini menyebabkan munculnya berbagai kota-kota pelabuhan di Jawa yang diperuntukan mengekspor berbagai hasil bumi dari pedalaman ke berbagai wilayah di kepulauan Indonesia.

 

Pada tahap berikutnya, para kota-kota pelabuhan di pantai utara Jawa dan wilayah lain, berkembang menjadi sebuah entitas politik yang berbeda dan bahkan beberapa muncul menjadi sebuah kerajaan yang mendasarkan diri dari aktifitas perdagangan ke luar, sekaligus menguasai daratan di pedalaman, sebut saja Banten, Cirebon, Demak, Aceh, Ternate, dll.

 

Pengaruh di Bidang Kebudayaan

 

Pengaruh kebudayaan yang diberikan dari kedatangan Islam, cukup banyak, di atas sudah disinggung bahwa terdapat banyak bentuk-bentuk akulturasi antara kebudayaan Islam dan pra-islam (Hindu dan Buddha maupun keb.asli nusantara), bentuk bentuk akulturasi tersebut antara lain dalam bidang arsitektur, kesenian, berbagai bentuk sastra dll.

 

Rangkuman

  • Kepulauan Indonesia merupakan bagian dari jaringan perdagangan laut Internasional yang terbentang antara Asia Barat hingga ke Cina 
  • Selain menjadi daerah transit dari perdagangan laut internasional, Kepulauan Indonesia juga menjadi daerah penghasil berbagai jenis komoditas yang berharga 
  • Jaringan perdagangan laut Internasional menyebabkan tumbuhnya kota-kota pelabuhan di sepanjang pantai Sumatera dan Jawa seiring dengan masuknya Islam melalui berbagai saluran Islamisasi 
  • Pengaruh kedatangan Islam di bidang politik antara lain merubah konsep Dewaraja menjadi konsep Khalifatullah 
  • Pengaruh kedatangan Islam di bidang ekonomi antara lain menyebabkan tumbuhnya kota-kota pelabuhan yang mendasarkan diri pada aktifitas perdagangan yang pada perkembangan selanjutnya tumbuh menjadi kerajaan 
  • Pengaruh kedatangan Islam di bidang kebudayaan, antara lain ada di bidang arsitektur, kesenian, dan sastra

     

·        

·        

·        

·      

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 








BAB III Indonesia Zaman Hindu - Budha : Silang Budaya Lokal dan Global Tahap Awal

 Masa Berkembangnya Agama dan Kebudayaan 

Hindu - Budha di Indonesia


Candi Prambanan Jogjakarta

Candi Borobudur Magelang

 Bukti peninggalan agama dan kebudayaan Hindu - Budha di Indonesia.

silahkan download file BAB III Indonesia Zaman Hindu - Budha : Silang Budaya Lokal dan Global Tahap Awal di bawah ini

Download

👆


Baca Juga 👇

Kerajaan - Kerajan Islam Di Indonesia

Materi Sejarah Wajib Kelas X Bab 1. Cara Berfikir Sejarah

Awal Kehidupan Manusia Indonesia ( Manusia Purba )

Diakronik dan Sinkronik


PERKEMBANGAN TEKNOLOGI LUAR ANGKASA DAN PERSENJATAAN

 

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI LUAR ANGKASA DAN PERSENJATAAN

1.      Perkembangan Teknologi Luar Angkasa

Sejarah teknologi luar angkasa dimulai oleh Jerman pada tahun 1930-an dibawah pimpinan Wernher Von Braun, seorang insinyur dan ilmuwan roket. Wernher Von Braun dan timnya berhasil menciptakan roket V-2 atau Aggregat-4 (A4) yang digunakan sebagai senjata Jerman pada Perang Dunia II. Jerman juga membuat Amerika Bomber Project, sebuah upaya membangun pesawat yang dapat lepas landas dari Jerman kemudian menjatuhkan bom di Amerika (Sekutu). Selain itu Jerman merancang Silbervogel, roket bersayap yang dapat terbang berulang dan mampu meluncur melewati Atlantik secara lebih cepat.

Jerman sempat menyerang kota-kota besar Eropa yang dikuasai Sekutu, namun pada akhirnya Jerman harus mengakui kekalahannya dari pihak Sekutu. Secara terbuka maupun tersembunyi melalui Paperclip Operation, ilmuwan-ilmuwan hebat dan peralatan-peralatan canggih yang dimiliki Jerman dipindahkan ke Amerika Serikat. Tujuannya adalah agar mereka berkontribusi bagi penelitian-penelitian di Amerika Serikat dan mencegah mereka agar tidak jatuh ke tangan Uni Soviet.

Terbukti para tenaga ahli Jerman yang pindah ke Amerika Serikat berhasil mengembangkan Heavy Water melalui Manhattan Project, mereka kemudian menciptakan bom atom dengan kode nama Little Boy dan Fat Man yang dijatuhkan di Kota Hirosima dan Nagasaki, Jepang. Tercatat beberapa nama ilmuwan Jerman yang bekerja untuk Amerika Serikat yaitu:

·    Wernher Von Braun, ia bekas anggota SS Nazi Jerman yang menciptakan roket V2 bagi Jerman. Di Amerika Serikat ia menciptakan roket Saturnus V untuk membantu misi Apollo tahun 1969.

·  Hubertus Strughold, ia dikenal sebagai bapak kedokteran luar angkasa karena merancang system penyokong kehidupan di luar angkasa. Ia mengawalinya dengan meneliti efek dari temperatur yang sangat rendah pada tubuh manusia di Camp Dachau, Jerman. Di Amerika Serikat ia menduduki beberapa jabatan tinggi di Angkatan Udara dan NASA.

·       Herbert A. Wagner, ia menemukan rudal Henschel Hs 293 yang digunakan Jerman. Di Amerika Serikat ia bekerja sebagai penasihat teknik bidang pertahanan Amerika Serikat.

·    Kurt Blome, ia seorang dokter yang ahli dalam pengembangan senjata biologi, baik ketika bekerja untuk Jerman maupun Amerika Serikat 

Teknologi luar angkasa semakin dikenal luas dunia pada masa Perang Dingin. Informasi dan propaganda yang disebarkan oleh Uni Soviet maupun Amerika Serikat membuat perbincangan mengenai luar angkasa menarik untuk diikuti. Pada tanggal 4 Oktober 1957 Uni Soviet meluncurkan satelit pertama di dunia (Sputnik I). Tidak lama kemudian pada 31 Januari 1958 Amerika Serikat meluncurkan satelit pertamanya (Exploler I). Tanggal 12 April 1961 Uni Soviet meluncurkan astronot pertama ke luar angkasa mengelilingi orbit bumi (Yuri Alekseyevich Gargarin) menggunakan kapsul Vostok I. Amerika Serikat mengikutinya dengan meluncurkan astronot (Alan B. Shepard) menggunakan kapsul Mercury I. Penerbangan ini hanya bersifat naik dan turun serta tidak mencapai orbit bumi. Uni Soviet kembali mengungguli Amerika Serikat dengan mengirim astronot (Mayor German Stephanovich) dalam penerbangan 25 jam 18 menit mengelilingi orbit bumi menggunakan Vostok II. Amerika Serikat pada akhirnya mampu melakukan tiga kali orbit dalam penerbangan 4 jam 56 menit diawaki oleh astronot (Letkol Jhon Herschel Glenn) menggunakan kapsul Friendship 7

 

Uni Soviet dan Amerika Serikat melanjutkan rivalitasnya, kali ini bulan dipilih sebagai objek persaingannya. Pada tanggal 14 September 1959 Uni Soviet mengawalinya dengan mengirimkan satelit tanpa awak (Lunik II). Satelit ini tercatat sebagai satelit pertama yang mendarat di permukaan bulan. Selang tujuh tahun kemudian, Uni Soviet berhasil melakukan pendaratan lunak melalui satelit (Lunik IX). Tanggal 17 Juli 1969 Amerika Serikat mengejutkan dunia karena meliput pendaratan manusia pertama di bulan menggunakan satelit (Apollo-11) yang di awaki oleh Neil Amstrong dan Edwin Adrin. Total sejak pertama kali mendarat di bulan sejak tahun 1969 sampai tahun 1972 Amerika Serikat sudah mengirim tujuh kali misi ke bulan.

Perkembangan dunia luar angkasa semakin meneguhkan Uni Soviet dan Amerika Serikat sebagai sebuah Negara yang mampu mengakses, mengeksplorasi dan mengeksploitasi luar angkasa yang pada periode itu masih jarang Negara lain untuk melakukannya. Pasca Perang Dingin berakhir, prinsip untuk mengembangkan luar angkasa secara lebih lanjut dibangun dengan beberapa cara yaitu:

·         Mengirim manusia keluar angkasa

·         Mengembangkan pesawat ruang angkasa

·         Mengembangkan askses keruang angkasa dengan proses mudah dan lebih murah

·      Menggunakan pesawat ruang angkasa untuk membangun stasiun ruang angkasa, Mars, dan planet-planet lainnya

·  Menghuni stasiun ruang angkasa dan menggunakannya sebagai dasar untuk memulai ekspedisi ke bulan

Pada akhirnya Uni Soviet dan Amerika Serikat bersama-sama dengan Negara maju lainnya bahu-membahu membangun serta mengembangkan stasiun luar angkasa Internasional. Kini, perkembangan teknologi luar angkasa tidak hanya menjadi monopoli Uni Soviet dan Amerika Serikat saja. Cina, Jepang, India dan Negara-negara Uni Eropa lainnya tercatat serta terbukti telah berhasil mengembangkan hal yang sama

2.      Jenis-Jenis Teknologi Persenjataan

Teknologi persenjataan selalu mengalami perkembangan dari masa ke masa. Secara fungsional pada era tradisional senjata digunakan sebagai alat untuk bertahan dan memenuhi kebutuhan. Sedangkan pada era modern penggunaan senjata identik dengan peperangan dan semangat aggressor. Teknologi senjata semakin maju dan menjadi perhatian kolektif sebuah Negara ketika dunia dilanda Perang.

Beberapa jenis teknologi senjata yang dikenal antara lain: 

Senapan

Senapan adalah peralatan mekanik yang dapat menembakan peluru pada kecepatan tinggi. Pendorong yang digunakan berupa bubuk mesiu atau udara yang dipadatkan. Senapan mesin diciptakan oleh John Moses Browning dari Amerika Serikat tahun 1868. Pada Perang Dunia I, Jerman memiliki senapan mesin tipe Maxim MG 08. Senjata ini menjadi andalan Jerman untuk menyerang Sekutu karena mampu menembakan 500 peluru per-menit.

Tank 

Tank adalah kendaraan tempur lapis baja yang bergerak menggunakan roda berbentuk rantai. Tank diciptakan oleh Sri Ernest Swinton Dunlop dari Inggris tahun 1914. Ketika Perang Dunia I berlangsung, sistem parit menjadi pertahanan utama yang digunakan. Sistem pertahanan parit pada akhirnya mampu ditembus oleh Inggris menggunakan Tank Mark V. Tank ini dirancang anti peluru dan dipersenjatai meriam di setiap unitnya

Big Hertha 

Big Bertha adalah meriam yang dimiliki Jerman bobot ratusan ton dengan kaliber 16,5 inci. Big Hertha dapat ditarik dengan kendaraan militer atau menggunakan penggerak sendiri.

Paris Gun 

Paris Gun adalah granat ringan dengan berat 94 kilogram. Granat yang dikembangkan Jerman ini mampu mengebom musuh dari jarak 100 kilometer

Pesawat Terbang 

Pada mulanya pesawat terbang tidak dilengkapi senjata, melainkan hanya digunakan untuk kepentingan komunikasi dan pengintaian. Berkat penemuan Roland Garros dari Perancis, pesawat terbang kemudian dilengkapi senapan mesin pada kokpit yang dikendalikan oleh pilot. Pesawat pertama yang dilengkapi senapan mesin adalah pesawat Morane Saulnier milik Perancis.

Kapal Selam 

Sketsa kapal selam pertama kali muncul dalam lukisan Leonardo da Vinci pada abad-15. Kemudian sketsa ini diterjemahkan dalam bentuk kapal selam yang sebenarnya oleh Cornelius Van Drebbel dari Belanda pada abad-16. Dalam perkembangannya Jerman berhasil memanfaatkan teknologi kapal selam dengan menciptakan U-boat pada Perang Dunia I. U-boat mampu berlayar dibawah air dengan kecepatan 9 knot dan 17 knot diatas permukaan. U-boat dipersenjatai dengan senapan dan tabung torpedo untuk menyerang dan menenggelamkan kapal musuh. Pada Perang Dunia II U-boat berhasil disempurnakan dan popular dengan sebutan U-class. Penemuan kapal selam menandai bahwa perang tidak hanya terjadi di darat, udara, dan atas laut saja melainkan dibawah laut.

Senjata Kimia 

Senjata kimia adalah senjata yang memanfaatkan sifat racun senyawa kimia untuk membunuh,melukai atau melumpuhkan musuh. Senjata kimia biasa berupa gas beracun yang terdiri dari gas belerang organic, gas sarin, gas phosgene, gas klorin, dan lain-lain

Senjata Biologi 

Senjata biologi adalah senjata yang menggunakan bakteri, virus atau organisme lainnya sebagai alat untuk membunuh, melukai atau melumpuhkan musuh. Senjata biologi yang digunakan antara lain Smallpox (cacar), Anthrax, Ebola, Plague (Pes), Tularemia, Botulinum Toxin, dan lain-lain.

3. Dampak Teknologi Luar Angkasa manusia 
Dampak Positif
Berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi 
Meningkatkan akses informasi dan komunikasi 
Melahirkan jenis usaha baru yang bergerak di bidang luar angkasa 
Sebagai sarana pariwisata dengan dipopulerkannya wisata luar angkasa 
Sebagai sarana pertahanan dan keamanan lokal, nasional, regional maupun global 

Dampak Negatif
Menciptakan potensi konflik atau perang antara Negara 
Penyalahgunaan teknologi luar angkasa menjadi sejenis senjata pemusnah  
Sering terjadi kecelakaan atau project gagal yang memakan korban jiwa 
Polusi luar angkasa diakibatkan menumpuknya sampah-sampah satelit di luar angkasa
Penggunaan anggaran biaya yang dikeluarkan sangat besar

4. Dampak Teknologi Persenjataan 
Dampak Positif 
Berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi 
Melahirkan jenis usaha baru yang bergerak di bidang persenjataan 
Sebagai sarana pertahanan dan keamanan local, nasional, regional, dan global 
Membantu pembangunan sarana prasarana fisik bersifat berat, (pembukaan lahan  /pertambangan) 

Dampak Negatif 
Menciptakan potensi konflik atau perang antar Negara
penyalahgunaan persenjataan menjadi senjata pemusnah masal 
Sebagai alat perburuan dapat mengancam eksistensi mahluk hidup di suatu tempat 
penggunaan biaya yang dikeluarkan sangat besar

·       



Rabu, 12 Agustus 2020

Manusia Purba

Manusia Purba Indonesia 

Manusia purba diperkirakan hidup pada zaman Pleistosen  2.500.000 - 11. 700 SM, kondisi alam yang tidak stabil ditandai dengan munculnya glasial dan interglasial secara silih berganti mendorong migrasi hewan dan manusi purba ke wilayah nusantara.

Pada zaman glasial banyak hewan dan manusia purba bermigrasi ke wilayah Indonesia sedangkan masa Interglasial banyak hewan dan manusia purba meninggalkan wilayah nusantara. Faktor alam secara perlahan membentuk populasi baru yang berbeda dengan nenek moyangnya, karena proses pigminasi atau proses pengerdilan.

Ciri - Ciri Manusia Purba Indonesia

Meganthropus Paleojavanicus

Pithecanthropus

Homo

-     Berbadan tegap dengan tonjolan tajam di belakang kepala

-     Bertulang pipi tebal, dengan tonjolan kening yang mencolok

-     Tidak berdagu Otot kunyah, gigi, dan rahang besar dan kuat

-     Makan tumbuhan

-     Badan tegap, tapi tidak setegap Meganthropus Tinggi badannya sekitar 165-180 cm

-     Tulang rahang dan geraham kuat,

-     bagian kening menonjol

-     Hidung lebar dan tidak berdagu

-     Volume otak 750-1.300 cc

-     Tulang atap tengkorak tebal dan berbentuk lonjong

-     Otot tengkuk sudah mengecil. Otot kunyah tidak sekuat Meganthropus

-     Makan tumbuhan dan daging hewan buruan

-     Tinggi tubuh 130-210 cm

-     Otak lebih berkembang dari Meganthropus dan Pithecanthropus

-     Otot kunyah, gigi, dan rahang sudah menyusut

-     Tonjolan kening sudah berkurang dan sudah berdagu

-     Tampilannya seperti orang dari ras Mongloid dan Austramelanosoid


Teori Darwin

menurut Teori evolusi Darwin bahwa bentuk asal mula makhluk hidup di muka bumi ini adalah makhluk kecil (micro-organisme) seperti protozoa. dalam jangka waktu ratusan juta tahun lamanya muncul dan berkembang makhluk - makhluk hidup yang lebih kompleks. pada kala terakhir mulai berkembang atau berevolusi makhluk - makhluk seperti kera dan manusia.

Teori Asal - Usul dan Persebaran Manusia Modern

1. Teori Out of Africa bahwa manusia modern yang menyebar keseluruh dunia sekarang berasal dari kawasan Afrika. dengan Kata lain bahwa asal - usul manusia modern sekarang berasal dari Afrika

2. Teori Multiregional Evolution Model, manusia modern muncul di berbagai wilayah se3bagai hasil evolusi dari populasi yang sudah ada sebelumnya, namun penganut teori ini tetap melihat Afrika sebagai sumber utama keanekargaman genetik manusia. 




baca juga  - Kaitan antara Manusia Purba dengan Manusia Modern 

                   - Kehidupan Manusia Praaksara Indonesia


Dukungan Kemerdekaan RI

Respon Dunia Terhadap Kemerdekaan RI

1. Pengakuan India 


Hubungan Indonesia dan India dari sisi kebudayaan memang telah terjalin lama. Namun, secara politik kontak pertama tokoh pergerakan kedua negara terjalin pada Kongres Internasional menentang Kolonialisme di Brussel 1926 dan 1927. Kala itu, Hatta berjumpa Nehru. Hubungan tersebut terus berlanjut hingga masa revolusi. India secara masif muncul sebagai sahabat terdepan Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan. Kedua negara, sama-sama berjuang menghadapi imperialisme Belanda dan Inggris. Dukungan kedua negara bisa terjalin baik karena keduanya memiliki pandangan politik serupa.

Setelah merdeka, Indonesia mengirim bantuan ke India berupa beras sebanyak 500.000 ton. Bantuan tersebut diberikan lantaran India mengalami krisis. India membalas bantuan tersebut dengan mengadakan Konferensi New Delhi pada 20-25 Januari 1949. Agus Salim kembali hadir sebagai delegasi Indonesia. Konferensi tersebut dihadiri negara-negara sahabat, seperti Burma, Iran, Australia, Arab Saudi, Selandia Baru, Tiongkok, Yaman, Sri Lanka, dan lainnya. Hasil pertemuan tersebut membuahkan risalah untuk diajukan kepada PBB, berisi 3 pokok rekomendasi, meliputi; 1) melakukan gencatan senjata, 2) Belanda membebaskan semua tawanan politik RI dan mengembalikan pemerintah RI ke Yogyakarta, dan 3) mengadakan perundingan di bawah UNCI.

Sebab-Sebab India Memberi Pengakuan Kemerdekaan RI

Ø  Persamaan Kebudyaaan (Hindu-Budha)

Ø  Persamaan nasib (sama-sama dijajah atau sama-sama ingin merdeka)

Ø  Hubungan dekat antara pemimpin negara (Nehru dan Moh. Hatta) (Feb 1927)

Proses Indonesia Mendapatkan Kedaulatan dari India

  • Semangat dari Para Pelajar Indonesia yang ada di India Dibentuknya PPII (Persatuan Putera Indonesia di India). Tujuan dibentuknya PPII adalah membela proklamasi negara dengan mendesak para pemimpin India untuk mengakui Indonesia sebagai negara yang berdiri dan berdaulat. Tugas dari PPII
  • Meyakinkan pemimpin India
  • Membentuk Balai Penerangan (Indonesia Information Service) 9 Juni 1946
  • Diplomasi Sutan Sjahrir Sutan Sjahrir mengadakan perjanjian bantuan Indonesia kepada India (18 Mei 1946). Indonesia diwakili Sutan Sjahrir dan India oleh K.L Punjabi. Pengiriman padi ini terjadi pada 20 Agustus 1946 di pelabuhan (Cirebon, Probolinggo, dan Banyuwangi). Dari tindakana ini P.M Nehru mengundang Sjahrir dan Moh. Hatta ke New Delhi untuk menghadiri Konferensi Inter Asian
  • Diplomasi Moh. Hatta Moh. Hatta bertemu dengan P.M Nehru untuk meminta bantuan senjata. Akan tetapi keinginan ini tidak bisa dikabulkan oleh Nehru karena persenjataan India di pegang oleh Inggris.

Peran India dalam Mendukung Kemerdekaan RI

Ø  Mengirim obat-obatan ke Indonesia (tindakan balasan atas bantuan Indonesia yang telah mengirim 500.000 ton padi ke India)

Ø  31 Juli 1947 India dan Australia mengajukan masalah Indonesia-Belanda ke DK PBB. Akibat dari tindakan India dan Australia, PBB mengeluarkan resolusi (1 Agustus 1947) untuk menghentikan pertikaian antara Indonesia dan Belanda melalui arbitrase

Ø  Diadakannya Konferensi Asia di New Delhi (20-25 Januari 1949). Konferensi ini dihadiri oleh negara-negara Asia, seperti: Pakistan, Afganistan, Libanon, Suriah,Saudi Arabia, Philipina, India, Myanmar,Yaman dan Irak. Delegasi Afrika berasal dari Mesir dan Ethiopia. Konferensi ini juga dihadiri utusan dari Australia, sedang Indonesia dalam ini diwakili oleh Dr. Sudarsono. Negara peninjau dari Cina, Nepal, Selandia Baru dan Thailand. Resolusi yang dihasilkan mengenai masalah Indonesia adalah sebagai berikut: • Pengembalian pemerintah Republik Indonesia ke Yogyakarta • Pembentukan Pemerintah ad interim yang mempunyai kemerdekaan • Dalam politik luar negeri, sebelum tanggal 15 Maret 1949 Penarikan tentara Belanda dari seluruh Indonesia • Penyerahan kedaulatan kepada pemerintah Indonesia Serikat paling• lambat 1 Januari 1950.

2. Pengakuan Mesir

Haji Agus Salim, AR Baswedan, Nazir Pamoentjak, dan Rasjidi mengemban misi kunjungan balasan ke Mesir, setelah sebelumnya Konsul Jenderal Mesir di Bombay, Abdul Mun`im bertandang ke Yogyakarta pada 13-16 Maret 1947. Kunjungan Mun`im tersebut, menurut AR Baswedan pada buku Abdul Rahman Baswedan: Karya dan Pengabdiannya, mewakili Mesir dan mengemban pesan Liga Arab berisi dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia. Mun`im menyampaikan pesan tersebut kepada Presiden Soekarno pada 15 Maret 1947.



Setelah kunjungan Mun`im tersebut, keempat delegasi Indonesia lantas bertolak menuju Mesir. Kedatangan mereka bahkan mendapat atensi besar surat kabar Mesir. Sehari setelah kedatangan mereka, menurut AR Baswedan, koran terbesar di Kairo “Al Ahrom” memuat foto delegasi RI. Kehadiran keempatnya mendapat sedikit ganjalan saat jadwal seharusnya melakukan penandatanganan kesepakatan persahabatan. Ternyata, pihak Belanda melalui Duta Besar Belanda di Mesir sempat terlebih dahulu menemui PM Norakshi untuk menyampaikan keberatan mengenai sikap pemerintah Mesir terhadap Indonesia.

Duta Besar Belanda tersebut mengingatkan mengenai kerjasama ekonomi Belanda dan Mesir, juga mengancam akan menarik dukungannya terhadap Mesir bila tetap mendukung Indonesia. PM Norakshi tak gentar dengan ancaman tersebut. Ia tetap menerima keempat delegasi RI dan tetap melangsungkan penandatanganan perjanjian persahabatan sekaligus pengakuan kemerdekaan RI.

Sebab-Sebab Mesir Memberi Pengakuan Kemerdekaan RI

  • Persamaan Agama
  • Banyaknya masyarakat Indonesia yang menuntut ilmu di Mesir
  • banyak yang bekerja di Mesir dan Banyak masyarakat Indonesia yang melakukan haji di Arab

Proses Indonesia Mendapatkan Kedaulatan dari Mesir

·    Peranan Mahasiswa-Mahasiswa Indonesia yang belajar di Mesir (Univ. Al-Azhar, Kairo dan Zain Hassan), Irak (Univ. Imron Rosyidi), dan di negara Arab lainnya Peranan Mahasiswa ditunjukkan dengan menanamkan bibit kemerdekaan melalui media massa yang ada di Arab b. Delegasi Indonesia pertama RI di Mesir (7 April 1946) Utusan pertama Indnesia yang mengunjungi Mesir adalah Suwandi. Suwandi datang ke Mesir untuk menyampaikan rasa terimakasih Indonesia karena Liga Arab memberi dukungan pada kemerdekaan RI dan akan tetap memberi dukungan sampai RI benar-benar diakui kemerdekaannya

·     Pembentukan Panitia Pusat sebagai wakil Indonesia di Luar Negeri Panitia Pusat yang diketuai H. Agus Salim punya peranan penting dalam upaya diplomasi agar kemerdekaan RI bisa diakui. H. Agus Salim gencar mengenalkan Indonesia ke luar negeri, dari Kairo H. Agus Salim meneruskan misinya ke Suriah, Transyordania, Irak, dan Lebanon. Untuk mengenalkan Indonesia ke negara Arab dan Yaman dilanjutkan oleh H. Rasyidi.

·  Kunjungan yang dilakukan Sutan Syahrir dan Soekarno ke Mesir Kunjungan ini merupakan penghargaan dan ucapan terimakasih Indonesia kepada Mesir yang sudah mendorong negara-negara di Arab untuk membantu perjuangan Indonesia dalam mendapatkan kemerdekaan.

Peran Mesir dalam Mendukung Kemerdekaan RI

  • Peran dari organisasi Al-Ikhwan Al-Muslimun yang dipimpin Syaikh Hasan Al Banna
  • Aksi pemuda Mesir yang berdemo di Kedubes Belanda di Kairo
  • Mengirim delegasi Mesir (Abdul Mun’im) ke Yogyakarta
  • Mesir mendorong agar Liga Arab mengakui kemerdekaan RI (18 Nov 1946)
  • Ditandatanganinya perjanjian persahabatan antara RI (H. Agus Salim) dan Mesir (Fahmi Nokrasyi Pasha) (10 Juni 1947)
  • Menteri LN Mesir dibawah kabinet Ahmad Kasyabah Pasha mengirim nota resmi ke Belanda yang berisi permintaan dari Mesir agar Belanda bersedia menghentikan aksinya di Indonesia
  • Aksi pemboikotan oleh para buruh di pelabuhan Port Said dan Terusan Suez terhadap kapal-kapal Belanda
  • Rapat Umum oleh organisasi dan parpol di Mesir. 

3. Peran Australia

baca juga 👉 Respon PBB Terhadap Kemerdekaan RI

Sebab-sebab Australia mengakui kemerdekaan RI

Hubungan baik antara Australia dan Indonesia yang dimulai semenjak penjajahan Jepang di Indonesia Hubungan ini dimulai ketika dulu banyak para buruh kapal dan perwira kapal dari Indonesia yang dibawa Belanda ke Australia, para pekerja dari Indonesia ini kemudian berhubungan kontak dengan Seamen’s Union In Sydney (Asosiasi Pekerja), asosiasi tersebut terkejut melihat diskriminasi yang terjadi antara buruh kapal dan perwira kapal, asosiasi tersebut memberi tahu pekerja Indonesia bahwa mereka bekerja di Australia yang dihormati hak-haknya sebagai pekerja serta memiliki hak untuk protes. Yaitu persamaan tujuan yakni sama-sama ingin menyingkirkan atau mengusir Jepang.

Sekiranya 4.000 buruh kapal melakukan aksi mogok. Mereka menolak bongkar muat kapal-kapal pengakut persenjataan untuk Belanda. Dukungan kuat publik Australia, terutama Australian Waterside Workers Union, para pelaut Indonesia, China, India tersebut membuat kapal-kapal Belanda tak bisa melanjutkan pelayaran. Aksi tersebut tersohor dengan sebutan “The Black Armada”.

Aksi para buruh tersebut terus berlanjut hingga membuat elit di Australia terpengaruh terhadap perjuangan Indonesia untuk mempertahankan perjuangan. Hasil dari dukungan tersebut berbuah hasil manis. Pihak Australia lantas memfasilitasi pemulangan sekitar 1.400 tawanan perang Belanda asal Indonesia. Pihak Australia juga mendorong Dewan Keamanan PBB mengakui kemerdekaan Indonesia. Dan terpenting, perjuangan Partai Buruh Australia secara berkesinambungan melakukan aksi-aksi mendukung kemerdekaan Indonesia.

Proses Indonesia mendapatkan kedaulatan dari Austaralia

Ø Peran tawanan Belanda (Indonesia) yang dibawa ke Australia Para tawanan tersebut memberitahu maksud dan tujuan Belanda datang ke Australia (kapal Belanda yang datang ke Australia disiapkan untuk membawa senjata dan amunisi untuk menggempur Indonesia) kepada salah satu buruh yang bekerja di pelabuhan. Laporan dari salah satu buruh tersebut nantinya akan diteruskan kepada Queensland Trades and Labor Council dan Waterside Workers Federation (WWF).

Ø Peristiwa Black Armada . Peristiwa Black Armada dimulai ketika buruh pelabuhan asal Indonesia dipemukiman Woolloomooloo mendengar kabar tentang proklamasi Indonesia. - Salah seorang buruh dikapal Belanda bernama Tukliwon (20 tahun) menyampaikan kemerdekaan Indonesia pada rekan-rekannya sesama buruh dan berjanji memberi dukungan.

Ø Kunjungan Sutan Syahrir ke Australia (1945). Kunjungan ini dilakukan karena Australia mendukung RI dengan aksi pemboikotan yang dilakukan buruh di Australia. Sutan Syahrir berpidato kepada masyarakat Australia yang mengatakan Australia adalah teman. Sutan Syahrir juga mengatakan kesuksesan Australia memukul mundur Jepang di sejumlah wilayah dikawasan Pasifik dalam Perang Dunia II. Aksi pemboikotan terhadap 6 kapal Belanda dipelabuhan Brisbane (24 setember 1945). Peran organisasi Indonesia Political Exile Association yang menghimbau serikat buruh untuk melancarkan pemboikotan terhadap semua kapal Belanda.

Ø Peran CENKIM (Central Komite Indonesia Merdeka). CENKIM adalah organisasi yang didirikan di Australia oleh para tokoh politik yang pernah diasingkan Belanda ke Digul :

-    Aksi sebelum 1945: turun ke jalan besar di Melbourne dengan berteriak “Long Live the Republic of Indonesia “ aksi ini diikuti juga oleh tentara Australia.

-   Aksi setelah 1945: anggota dari CENKIM (M.Bondan) mendengar berita tentang Belanda yang melanggar perjanjian Linggarjati dan melakukan Agresi Militer I. Istri dari M. Bondan (Molly yang merupakan seseorang wanita Australia) menulis ulang berita tersebut dalam bahasa Inggris dan memberikannya pada pers Australia. Berita tersebut akhirnya tersebar di Australia dan akhirnya Australia membawa kasus Indonesia dan Belanda ke PBB.

Peran Australia dalam mendukung kemerdekaan RI

  • Inisiatif partai komunis Australia (ACP) dan pimpinan komunis dari serikat buruh              perairan Australia pada 20 September 1945 diseluruh pelabuhan Australia melarang pemuatan atas semua kapal belanda yang mau ke Indonesia.
  • Tanggal 26 September 1945 Dewan Federasi memutuskan pemogokan menyeluruh terhadap semua kapal Belanda di Australia.
  • Tanggal 28 September 1945 pekerja pelabuhan di Sydney menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor kapal Belanda dan kantor diplomatik Belanda dan memasang sepanduk berisi desakan agar Belanda meninggalkan Indonesia (Hands off Indonesia).
  • Oktober 1945 Australia memfasilitasi kembalinya lebih dari 1400 para tawanan perang Belanda asal Indonesia yang ada di Australia ke tanah air menggunakan kapal kargo dari pelabuhan Sydney
  • 31 Juli 1997 India dan Australia mengajukan masalah Indonesia dan Belanda ke PBB
  • 12 Agustus 1947 Australia behasil meyakinkan PBB bahwa Indonesia punya kedudukan sederajat dalam persangketaan Indonesia dan Belanda
  • 25 Agustus 1947 Australia menjadi wakil Indonesia dalam KTN

HUBUNGAN PERKEMBANGAN PAHAM-PAHAM BESAR; DEMOKRASI, LIBERALISME, SOSIALISME, NASIONALISME, PAN-ISLAMISME DENGAN GERAKAN NASIONALISME DI ASIA-AFRIKA

  PERKEMBANGAN PAHAM DEMOKRASI, LIBERALISME, SOSIALISME, NASIONALISME, DAN PAN ISLAMISME ·          Demokrasi Istilah “ demokrasi” beras...